Pemkot Palangka Raya Diminta Perkuat Peran Keluarga dan Masyarakat Dukung Kota Layak Anak

FOTO: Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari.

kontenkalteng.com , Palangka Raya - Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) memerlukan peran nyata dari semua pihak, terutama keluarga dan masyarakat.

Baca juga: Masjid Ramah Anak Memperkuat Program Palangka Raya Jadi Kota Layak Anak

"Karena memang kebijakan pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan lingkungan sosial yang peduli terhadap pemenuhan hak anak," katanya, Rabu (5/12/2025).

Dia mengungkapkan, keluarga menjadi pilar utama dalam membentuk karakter dan kepribadian anak, sebab pendidikan dan kasih sayang yang diberikan di rumah akan menjadi dasar kuat bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan beretika.

Ia menambahkan, pembinaan dan pendampingan kepada keluarga juga penting dilakukan agar orang tua memahami perannya dalam melindungi dan mengembangkan potensi anak. Pemerintah daerah, lanjutnya, perlu aktif memberikan pelatihan atau sosialisasi terkait pengasuhan positif dan perlindungan anak.

“Banyak orang tua yang masih belum memahami pentingnya pola asuh yang baik. Karena itu, program edukasi bagi keluarga harus diperkuat agar mereka bisa mendampingi anak-anak dengan lebih bijak,” ucapnya.

Selain keluarga, Rana menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak.

Ia mengapresiasi inisiatif berbagai kelompok masyarakat yang telah menyediakan ruang bermain, kegiatan sosial, dan wadah kreatif bagi anak-anak di Palangka Raya.

“Lingkungan sosial juga memiliki tanggung jawab moral. Dukungan masyarakat dalam bentuk kegiatan edukatif dan ruang publik yang aman sangat berarti bagi tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Rana menilai konsep Kota Layak Anak tidak hanya sebatas penghargaan administratif, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tingkat komunitas. Ia menegaskan, indikator keberhasilan KLA sejatinya adalah terpenuhinya hak dasar anak di setiap aspek kehidupan.

Untuk itu ia mengingatkan agar kolaborasi lintas sektor terus ditingkatkan, sebab keberhasilan program perlindungan anak membutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan dunia usaha.

“Kita harus bergerak bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin Palangka Raya bisa menjadi contoh nyata kota yang benar-benar ramah anak,” pungkasnya.(SUR/OR1)