Petugas Damkar saat melepas cincin anak 7 tahun ( foto Damkar)
Kontenkalteng.com, Palangka Raya – Jari seorang anak berusia 7 tahun di Palangka Raya tersangkut cincin emas yang sudah dipakai sejak bayi hingga menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit.
Baca juga: Pakai Cincin Tak Bisa Dilepas, Jari Pemuda Ini Membiru
Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya pun turun tangan untuk melepaskan cincin tersebut dari jari korban, Rabu (15/4/2026) malam.
Upaya keluarga melepaskan cincin sebelumnya tidak berhasil, sementara keluhan nyeri pada jari terus dirasakan beberapa hari terakhir.
Jafung Analis Kebakaran Ahli Muda Damkar Kota Palangka Raya, Sucipto, menjelaskan kondisi jari anak sudah mengalami pembengkakan saat tiba di pos.
Sebagian cincin emas tersebut tampak menekan jaringan kulit sehingga mustahil dilepas dengan cara biasa.
”Cincin tersebut sudah lama dipakai sejak bayi dan saat ini tidak bisa dilepas karena jari membesar, bahkan sebagian cincin sudah masuk ke dalam jaringan kulit,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Berdasarkan keterangan keluarga, rasa sakit di jari anak muncul sejak beberapa hari sebelumnya dan terus memburuk.
Kondisi itu membuat anak semakin tidak nyaman dan akhirnya mendorong keluarga membawa korban ke Pos Rescue Damkar untuk mendapatkan penanganan.
Tim Rescue Damkar Palangka Raya kemudian melakukan penanganan cincin yang tersangkut di jari anak menggunakan peralatan khusus.
Proses pemotongan cincin dilakukan secara perlahan dan bertahap untuk mencegah luka pada jari yang sudah membengkak.
”Proses pelepasan kami lakukan secara perlahan dan penuh kehati-hatian karena korban masih anak-anak dan kondisinya sudah sensitif,” jelas Sucipto.
Selama proses pelepasan cincin emas dari jari, anak tersebut beberapa kali merintih kesakitan.
Petugas damkar tetap mendampingi dan menenangkan korban agar tetap tenang sampai cincin benar-benar bisa dilepas.
Dalam waktu sekitar 25 menit, cincin yang tersangkut di jari anak akhirnya berhasil dilepas oleh tim rescue Damkar Palangka Raya tanpa menimbulkan luka serius.
Petugas segera memberikan penanganan awal pada bagian jari yang terluka akibat tekanan cincin.
”Setelah cincin berhasil dilepas, kami langsung memberikan penanganan awal dengan mengoleskan salep pada bagian jari yang mengalami luka,” tambahnya.
Usai penanganan, kondisi anak berangsur membaik dan tidak lagi merasakan nyeri seperti sebelumnya.
Keluarga kemudian membawa pulang anak tersebut setelah dipastikan jari dalam keadaan aman.
Sucipto mengimbau masyarakat di Palangka Raya agar lebih memperhatikan penggunaan perhiasan pada anak, khususnya cincin emas yang sudah dipakai sejak kecil.
Dia meminta orang tua rutin mengecek ukuran cincin di jari anak untuk mencegah kasus cincin tersangkut dan jari membengkak terulang.
”Kami mengingatkan orang tua agar rutin mengecek kondisi perhiasan anak untuk mencegah kejadian serupa,” pungkasnya.
Penulis : Surya
Editor : Gunawan