Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Sudarto.
kontenkalteng.com, Palangka Raya - Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Sudarto mengatakan, perlu upaya persuasif yang dilakukan pemerintah kota dalam mengoptimalkan pungutan pajak.
Baca juga: Tingkatkan PAD, DPRD Kotim Kunjungi Bapenda Kalteng
"Beberapa waktu lalu Bapenda Kota Palangka Raya mengoptimalkan pungutan pajak dengan melakukan jemput bola ke lapangan," katanya, Kamis (16/10).
Dari total 15 objek pajak yang menjadi sasaran kegiatan jemput bola, Bapenda mencatat sembilan di antaranya merupakan objek pajak baru.
Hal ini menandakan adanya perluasan basis pajak yang berpotensi menambah pendapatan asli daerah.
Selain itu, tiga objek pajak lainnya masuk dalam kategori pengawasan dan pemeriksaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keaktifan para wajib pajak serta performa mereka dalam melaksanakan kewajiban pembayaran pajak secara rutin.
Sementara itu, tiga objek pajak lain menjadi sasaran penagihan tunggakan terhadap ketetapan Pajak Daerah yang belum diselesaikan.
"Kondisi tersebut perlu ditangani dengan cara yang lebih manusiawi dan persuasif," ucapnya.
Sudarto menilai masih adanya wajib pajak yang menunggak bukan semata karena ketidakmauan membayar pajak, melainkan bisa disebabkan oleh kondisi ekonomi yang belum stabil.
“Saya yakin warga sebenarnya ingin membayar pajak, hanya mungkin karena keadaan ekonomi yang sedang sulit,” ujarnya.
Dia menegaskan, pendekatan persuasif jauh lebih efektif dibanding langkah penegakan yang kaku. Pemerintah, kata dia, perlu berdialog dengan wajib pajak untuk mengetahui kendala yang mereka hadapi.
“Kalau dilakukan secara persuasif, sambil ditanya apa kendalanya, maka akan ada solusi yang lebih baik. Jangan langsung ditindak tegas, karena bisa jadi memang dana untuk bayar pajak belum tersedia,” ungkapnya.
Meski demikian, Sudarto mengapresiasi langkah Bapenda Kota Palangka Raya yang terus berupaya mengoptimalkan penerimaan pajak daerah melalui metode jemput bola.
Ia menilai strategi jemput bola tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menggali potensi pendapatan daerah dari berbagai sektor pajak.
“Saya mengapresiasi Bapenda Kota Palangka Raya yang melakukan jemput bola dalam mengoptimalkan pajak daerah,” pungkasnya.(SUR/OR1)