Gerakan ASRI Diharapkan Ubah Kebiasaan Bersih di Pasar

Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu.

kontenkalteng.com, Palangka Raya Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu, mengharapkan, Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pasar.

Baca juga: Sekda Nuryakin Secara Resmi Buka Gerakan Aksi Sapta Pesona di Dermaga Kereng Bangkirai

“Kami berharap Gerakan ASRI ini benar-benar mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pedagang dan pengunjung pasar, untuk menjaga kebersihan lingkungan,” katanya, Selasa (17/2/2026).

Dia menilai, kebersihan pasar sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kesehatan masyarakat, terlebih menjelang Ramadan ketika aktivitas jual beli meningkat. Kondisi pasar yang bersih juga berdampak pada kelancaran roda perekonomian.

Selain itu, keterlibatan lintas sektor dalam kegiatan gotong royong dinilai sebagai langkah positif dalam menciptakan lingkungan pasar yang tertata dan sehat secara berkelanjutan.


“Pasar yang bersih bukan hanya enak dipandang, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat yang berbelanja maupun berdagang,” ucapnya.

Hap menegaskan, gerakan kebersihan tidak boleh bersifat seremonial atau hanya dilakukan pada momen tertentu. Diperlukan komitmen bersama agar kebersihan pasar tetap terjaga setiap hari.

Kesadaran kolektif, baik dari pemerintah, pedagang, maupun masyarakat sebagai konsumen, menjadi kunci keberhasilan penataan pasar secara berkelanjutan.

“Konsistensi sangat penting. Jangan sampai setelah kegiatan selesai, kondisi kembali seperti semula. Ini harus menjadi budaya bersama,” ujarnya.

Hap juga mendorong para pedagang untuk aktif menjaga kebersihan di sekitar lapak masing-masing, termasuk menyediakan tempat sampah dan membiasakan pengelolaan sampah secara tertib.

Menurutnya, DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar program penataan pasar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti pada kegiatan simbolis semata.

“Kami ingin pasar di Palangka Raya menjadi contoh pasar yang aman, sehat, dan bersih. Jika lingkungan nyaman, tentu aktivitas ekonomi masyarakat akan semakin baik,” pungkasnya.(SUR/OR1)