Kemarau Datang Lebih Awal, Pemkot Palangka Raya Matangkan Status Siaga Karhutla

Ilustrasi Karhutla (Vladyslav Dukhin/pixels)

Kontenkalteng.com, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mematangkan persiapan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring prediksi musim kemarau yang datang lebih awal tahun ini.

Baca juga: Gubernur Minta Kabupaten Kota Se- Kalteng Segera Menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla

Langkah tersebut diwujudkan dengan menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas instansi yang digelar di Ruang Rapat Peteng Karuhei I, Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (20/4/2026), guna membahas penetapan status siaga karhutla.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan rapat tersebut melibatkan berbagai instansi teknis, termasuk unsur TNI dan Polri, sebagai bagian dari pemantapan kesiapsiagaan.

“Secara umum, Pemerintah Kota Palangka Raya sudah siap menghadapi potensi karhutla. Hasil rapat ini akan menjadi dasar sambil menunggu keputusan Wali Kota untuk penetapan status siaga,” ujarnya, Selasa (21/04/2026).

Ia menambahkan, upaya pencegahan telah dilakukan lebih awal melalui patroli terpadu yang melibatkan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, hingga pemadam kebakaran. Selain itu, sosialisasi dan penguatan kapasitas juga dilakukan hingga tingkat kelurahan.

Menurut Budi, pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) menjadi salah satu strategi penting dalam deteksi dini dan penanganan awal karhutla di wilayah masing-masing.

“Kelurahan Tangguh Bencana ini menjadi perpanjangan tangan BPBD Kota Palangka Raya dalam menyampaikan informasi sekaligus memperkuat koordinasi penanganan di lapangan,” jelasnya.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kalimantan Tengah diperkirakan memasuki musim kemarau pada pekan ketiga Mei 2026, dengan karakteristik lebih kering dan berlangsung hingga Agustus.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko karhutla, yang sebelumnya hanya terjadi di lahan terbuka dapat meluas hingga kawasan hutan dengan skala yang lebih besar.

Data BPBD Kota Palangka Raya mencatat, dalam periode sebelumnya mulai dari Januari terdapat 98 titik kebakaran lahan dengan luas terdampak sekitar 4 hektare. Sebaran kebakaran antara lain terjadi di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut, serta wilayah pemekaran seperti Sebangau. Sementara itu, Kecamatan Rakumpit dilaporkan masih relatif aman dari kejadian karhutla.

Pemerintah Kota Palangka Raya mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, guna mencegah meluasnya bencana karhutla di musim kemarau mendatang,”pungkas Budi. 

Penulis : Surya

Editor : Gunawan