Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan.
kontenkalteng.com, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Yudhi Karlianto Manan, mendorong generasi muda berperan aktif memperkuat ketahanan pangan daerah salah satunya dengan menanam cabai keriting.
Baca juga: Wakil Ketua III DPRD Kalteng Sambangi Kampus, Ajak Mahasiswa Tak Jadi Penonton di Pesta demokrasi 2024
“Kami mengajak generasi muda untuk ikut andil menjaga stabilitas harga cabai dengan memanfaatkan lahan kosong atau pekarangan rumah untuk menanam cabai keriting,” katanya, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, fluktuasi harga cabai hampir selalu terjadi pada momen tertentu, seperti hari besar keagamaan atau ketika pasokan terbatas. Kondisi tersebut dinilai bisa diantisipasi dengan memperkuat produksi lokal.
“Kalau produksi lokal meningkat, lonjakan harga bisa ditekan dan ketergantungan pada pasokan luar daerah dapat dikurangi,” ucapnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, gerakan menanam cabai tidak hanya berdampak pada pengendalian harga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Menanam cabai keriting bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga. Jika dikelola dengan serius, hasilnya cukup menjanjikan,” ujarnya.
Yudhi menambahkan, peran generasi muda sangat strategis dalam menggerakkan sektor pertanian skala rumah tangga, terutama di wilayah perkotaan yang masih memiliki potensi lahan pekarangan.
“Langkah sederhana seperti menanam cabai di rumah bisa memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan dan ekonomi keluarga,” jelasnya.
Dia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah melalui program pelatihan dan pendampingan agar minat anak muda terhadap sektor pertanian semakin meningkat.
Ia optimistis, semakin banyak anak muda terlibat dalam budidaya cabai keriting, maka ketahanan pangan Kota Palangka Raya akan semakin kuat.
“Jika produksi lokal kuat, harga akan lebih stabil dan kita tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar wilayah,” pungkasnya.(SUR/OR1)