Warga binaan pemasyarakatan (WBP) di LPP Kelas IIA Palangka Raya saat melakukan pencoblosan, Rabu (14/2/2024). FOTO: IST
kontenkalteng.com, Palangka Raya - Sejumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan (LPP) Kelas IIA Palangka Raya, kalteng, turut serta memeriahkan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Baca juga: 99 Narapidana Perempuan di Lapas Terdaftar DPT
Dalam penyelenggaraan Pemilihan umum (Pemilu) 2024 ini, sedikitnya ada sekitar 110 daftar pemilih tetap (DPT) dengan rincian 84 WBP dari sejumlah keseluruhan 210 WBP dan 26 petugas Lapas perempuan setempat, Rabu (14/2/2024).
Kepala Lapas perempuan kelas IIA Palangka Raya, Sri Astiana mengatakan, bahwa kegiatan pencoblosan ini merupakan bentuk partisipasi dan kontribusi WBP dan petugas Lapas dalam menyukseskan Pemilu 2024.
"Diharapkan dengan adanya pencoblosan ini, WBP dapat merasakan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang demokratis. Kami juga berharap Pemilu 2024 dapat berjalan lancar, aman, dan damai," ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk berpegang teguh dengan netralitas dan tidak mengintervensi pilihan dari warga binaan yang melakukan pencoblosan.
"Karena, pelaksanaan pemilu merupakan kesempatan bagi warga binaan untuk memenuhi hak demokrasinya dengan menyalurkan suara sesuai dengan gagasan diri mereka sendiri tanpa adanya tekanan dari pihak lain," ungkapnya.
Ia menegaskan, kepada petugas terus ditekankan netralitas dalam pelaksanaan pemilu. Ia berharap dengan difasilitasi adanya Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus berjumlah satu TPS di LPP, warga binaan dapat menyalurkan suaranya.
"Sebelumnya kami berkoordinasi dengan KPU Kota Palangka Raya guna melakukan sosialisasi kepada warga binaan terkait tata cara pencoblosan. Diharapkan, pelaksanaan pemilu ini dapat berjalan dengan aman dan lancar," pungkasnya. (RF-OR1)