Mengenal Kota Ende, Tempat Bersejarah Lahirnya Pancasila

Taman Renungan Bung Karno, terdapat pohon sukun tempat Bung Karno merenungkan rumusan Pancasila saat menjalani pengasingan di Kota Ende (laman kemanparekraf RI/ Foto: shutterstock/freinademetz)

Kota Ende, di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama ini dikenal sebagai detinasi wisata yang menarik di Indonesia bagian timur. Salah satu yang terkenal yakni Danau Kelimutu atau kerap disebut sebagai Danau Tiga Warna.

Baca juga: Gubernur dan Wagub Kalteng Ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2022

Tapi tahukah kawan, tak hanya itu, Ende juga menjadi kota yang dijuluki sebagai tempat lahirnya Pancasila yang dirumuskan oleh Bung Karno saat masa pengasingan tersebut.

Rumah Pengasingan Bung Karno di Kota Ende (laman kemanparekraf RI/shutterstock/mriandartasya)

Kala itu, seperti dilansir dari laman resmi Kemenparekraf RI, Bung Karno bersama dengan sang istri, Inggit Garnasih, anak angkatnya, Ratna Djuami dan Kartika, serta mertuanya yang bernama Ibu Amsi, diasingkan ke Kota Ende oleh Belanda dari tanggal 14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938.

Pengasingan membuat Bung Karno lebih berpikir jernih tentang banyak hal. Mulai dari mempelajari agama Islam lebih mendalam, belajar tentang pluralisme, hingga melakukan kegiatan melukis maupun menulis drama pementasan. 

Tak hanya itu, Soekarno juga suka merenung selama berjam-jam di sebuah taman di Kota Ende, tepatnya di bawah pohon sukun yang rindang. Buah dari renungan di bawah pohon sukun tersebutlah yang melahirkan tiap butir nilai kehidupan dalam Pancasila yang menjadi dasar negara Republik Indonesia. Itulah mengapa Kota Ende kerap disebut juga sebagai “Kota Pancasila”.

Kini, taman yang dikenal dengan Taman Renungan Bung Karno atau Taman Renungan Pancasila menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Ende. 

Di sebuah taman yang berlokasi di Kelurahan Rukun Lima ini, terdapat patung Bung Karno sedang duduk merenung di bawah pohon sukun sambil memandang ke arah laut.

Pohon sukun tersebut bukanlah pohon asli yang selalu menemani Soekarno merenung selama masa pengasingan. Pohon yang dikenal sebagai “Pohon Pancasila” tersebut merupakan pohon sukun yang baru ditanam pada 1981. Sebab, pohon yang asli sudah tumbang sejak 1960.

Tidak jauh dari Taman Renungan Pancasila, ada Rumah Pengasingan Bung Karno, tepatnya di Jalan Perwira, Kelurahan Kotaraja, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende.

Kondisi rumah yang menjadi tempat tinggal Soekarno selama masa pengasingan tersebut masih terawat sangat baik.(OR2)