Angka Tangkes di Palangka Raya Ditargetkan Turun 14 Persen di Tahun 2024

Ilustrasi anak sekolah (unsplash)

kontenkalteng.com, Palangka Raya-Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalteng, menargetkan penurunan angka Tangkes (stunting) hingga 14 persen hingga Tahun 2024.

Baca juga: Angka Kasus Tangkes di Kalteng Peringkat 11 Tertinggi di Indonesia

Tangkes atau dulu dikenal dengan istilah stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang diakibatkan oleh masalah gizi.

Walikota Palangka Raya Fairid Naparin menjelaskan, upaya percepatan penurunan stunting oleh Pemerintah Kota Palangka Raya, dimaksudkan guna mencapai target prevalensi 14 persen pada tahun 2024.

Guna mencapai hasil dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Palangka Raya, Pemko Palangka Raya telah melakukan berbagai gerakan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat, ujarnya.

‘Namun demikian, untuk mencapai hal tersebut diperlukan kerjasama dan sinergitas yang serius dari setiap elemen pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait,”ujarnya, Senin (29/5/2023).

Adapun gerakan sosialisasi dan edukasi itu sendiri lanjut Fairid, lebih menekankan kepada pencegahan pernikahan dini, edukasi ibu hamil dan menyusui.

“Untuk itu perlunya memaksimalkan edukasi terhadap masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan peningkatan kesejahteraan bagi keluarga,”kata Fairid.

Berdasarkan hasil berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan setiap lima tahun sekali, angka prevalensi stunting di Kalteng, trendnya terus mengalami penurunan yaitu 41,3 persen pada tahun 2013 dan 34 persen pada tahun 2018.

Kemudian, dari hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019 sebesar 32,3 persen, sedangkan pada tahun 2021, angka prevalensi stunting di Kalteng yaitu sebesar 27,4 persen. (OR1)