7 Arsitektur Chinatown Paling Keren di Indonesia, Bagus Buat Posting di Instagram!

Ilustrasi Arsitektur Chinatown di Singkawang, Indonesia. (foto: laman kemenparekraf RI/Foto: Shutterstock/Sony Herdiana)

Kawasan chinatown atau wilayah pecinan hampir terdapat di belahan negeri ini . Wilayah yang mayoritas penduduknya adalah keturunan Tionghoa itu dikenal memiliki arsitektur yang khas, unik, dan menarik.

Baca juga: Wow! 5 Tempat Wisata Indonesia Ini Pernah Jadi Lokasi Syuting Film Hollywood

Maka tak tidak heran jika chinatown menjadi destinasi wisata budaya, sejarah, dan kuliner yang populer di Indonesia. Dan tentunya sangat bagus buat diposting di Instagram!

Menariknya, setiap chinatown di Indonesia memiliki daya tariknya masing-masing,  dari sisi arsitektur, keunikan, hingga berbagai kuliner legendaris yang tersaji di sana. Berikut 7 chinatown paling populer di Indonesia yang wajib dikunjungi seperti melansir laman resmi Kemenparekraf RI:

1.  Pantjoran PIK (Jakarta)

Ilustrasi Arsitektur Chinatown di Indonesia. (laman kemenparekraf RI/Shutterstock/Gerdie Hutomo)

Pantjoran PIK Salah satu chinatown di Jakarta. Area ini kental dengan nuansa oriental yang bisa Sobat Parekraf lihat dari gapura berwarna merah terang khas pecinan yang jadi pintu masuk kawasan Pantjoran PIK.

Ditambah lagi, desain arsitektur yang khas Tiongkok juga menjadi daya tarik Pantjoran PIK. Kalian bisa melihat dinding yang dihiasi mural, penampilan barongsai, berbagai tempat penempa pedang, hingga berbagai hiburan musik, seperti guzheng, tarian seribu tangan, dan tai chi.

2.  Glodok (Jakarta)

Berada di Kompleks Kota Tua Jakarta, chinatown Glodok merupakan salah satu pecinan legendaris yang tidak pernah sepi. Meskipun sudah ratusan tahun berdiri, seluruh arsitektur di Glodok masih kokoh dengan ciri khasnya yang sangat indah.

Di kawasan ini terdapat banyak tempat ibadah, seperti Vihara Budhi Dharma (Kelenteng Jin De Yuan), Vihara Arya Marga (Lamceng Tee Bio), dan Klenteng Tang Seng Ong See. Selain dikelilingi arsitektur kental budaya Tiongkok, chinatown Glodok juga memiliki banyak kuliner legendaris dan tempat belanja suvenir.

3.  Jalan Cibadak (Bandung)

Berawal sebagai kampung Tiongkok yang ditinggal warga Tionghoa, saat ini Jalan Cibadak Bandung berubah menjadi ikon chinatown terpopuler di Indonesia. Jika berkunjung, Sobat Parekraf dapat merasakan suasana pecinan yang kental berkat ornamen, bangunan, dan arsitektur yang ditonjolkan.

Daya tarik dari Jalan Cibadak Bandung adalah vihara tertua di Kota Bandung yang masih berdiri kokoh, yakni Vihara Satya Budhi. Berada di satu kompleks dengan Vihara Samudra Bhakti dan Vihara Buddhagaya.

Anda juga bisa melihat Patung Dewa Guan Gong menunggang kuda di tengah vihara, yang dipercaya dapat melindungi siapa saja yang masuk ke dalam bangunan tersebut.

4. Kampung Sudiroprajan (Solo)

Kawasan chinatown berikutnya adalah Kampung Sudiroprajan, yang berlokasi di belakang Pasar Gede, Solo. Daya tarik pecinan Kampung Sudiroprajan terletak pada klenteng Tien Kok Sie yang masih berdiri kokoh meskipun sudah ada sejak tahun 1700-an.

Di Kampung Sudiroprajan, budaya Tionghoa dan Jawa saling menyatu dalam simbol, arsitektur, serta adat istiadat. Itulah yang bisa kita lihat pada tradisi tahunan menyambut Tahun Baru Imlek. Salah satu tradisi yang paling populer adalah Grebeg Sudiro, yaitu Festival Lampion sepanjang Jalan Sudirman dan Pasar Gede pada saat Imlek.

5.  Chinatown Singkawang (Kalimantan Barat)

IIlustrasi Arsitektur Chinatown di Singkawang, Indonesia. (foto:  laman kemenparekraf RI/Foto: Shutterstock/Sony Herdiana)

Chinatown Singkawang atau dikenal dengan Pecinan Jamthang Singkawang-Kuching menjadi salah satu pecinan terbesar di Indonesia. Mengutip dari Kompas.com, kata Singkawang dalam versi Tiongkok berasal dari bahasa Hakka, yakni Shan (gunung), Kheu (mulut sungai), dan Yang (lautan).

6.  Kesawan Square (Medan)

Selain Pecinan Singkawang, chinatown di Indonesia yang tidak kalah menarik adalah Kesawan Square.  Dikenal sebagai salah satu landmark Kota Medan, Kesawan Square dulunya adalah pusat perdagangan karena lokasinya yang sangat strategis.

Daya tarik dari Kesawan Square adalah Rumah Tjong A Fie, yaitu rumah kuno dengan perpaduan arsitektur Melayu, Tionghoa, dan Eropa yang menjadi ikon pecinan ini. Selain itu, Sobat Parekraf juga bisa berwisata kuliner menjajal berbagai jajanan tradisional maupun modern.

7.  Nagoya Hill (Batam)

Terakhir adalah chinatown di Batam, yakni Nagoya Hill. Populer dengan nama Bukit Nagoya, pecinan ini merupakan sentralisasi komunitas Tionghoa yang menonjolkan arsitektur tua nan bersejarah. Beberapa di antaranya adalah Wihara Budhi Bhakti, Pa Auk Tawya, dan Maha Vihara Duta Maitreya. (OR2)