Ilustrasi Prokes (Dok .Antara News .com)
Berdasarkan rilis Aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 per tanggal 19 September 2021, Penyebaran Covid-19 di Kalteng hingga saat ini sudah berangsur-angsur mengalami penurunan. Saat ini 14 kabupaten kota di Kalteng sudah berada di zona kuning Covid-19.
Baca juga: Masih Zona Merah Covid-19 di 12 Kelurahan Palangka Raya
Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalteng, Erlin Hardi mengatakan, 14 kabupaten dan kota se-Kalteng saat ini berada pada Zona Kuning atau berada pada risiko rendah penyebaran Covid-19.

Dia mengungkapkan, 13 kabupaten dan 1 kota yang berada di zona kuning yaitu Lamandau, Katingan, Pulang Pisau, Murung Raya, Kotawaringin Barat, Seruyan, Barito Utara, Barito Selatan, Kapuas, Sukamara, Kotawaringin Timur, Gunung Mas, Barito Timur, dan Kota Palangka Raya.
“ Sedangkan daerah yang berada pada zona hijau atau tidak ada kasus, zona oranye atau risiko sedang dan zona merah atau risiko tinggi, nol atau nihil Kabupaten dan Kota,” kata Erlin seperti dikutip dari rilis Diskominfosantik Kalteng, Rabu (22/9/2021).
Di sisi lain, dirinya terus mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi meskipun wilayah di Kalteng saat ini berada di zona kuning penyebaran Covid-19.
"Kami terus mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kalteng untuk terus menerapkan Protokol Kesehatan dan mengikuti pemberian vaksinasi,”tuturnya.

Dari data yang dirilis dari satgas Penanganan Covid-19 Kalteng jumlah kasusus harian covid-19 , Selasa (21/9/2021) untuk positif mencapai 41 orang ( 45.845). Kemudian untuk sembuh 110 orang (43.658) dan meninggal dunia 1 orang (1.552)
Dibagian lain kata Erlin Hardi, pemerintah daerah juga juga meminta kepada Satgas Penanganan Covid-19 di Kabupaten dan Kota untuk terus memperhatikan zonasi penyebaran Covid-19, serta memperkuat upaya Testing, Tracing, Treatment (3T).
“Selain itu juga melakukan percepatan pemberian vaksinasi terhadap masyarakat sehingga seluruh kabupaten dan kota di Kalteng ini terbebas dari penyebaran Covid-19,“ ujarnya.