Intensitas Hujan Masih Tinggi, Warga Kotawaringin Barat Mengungsi Akibat Banjir Capai 7.533 jiwa.

Banjir di Kabupaten Kotawaringin Barat

Banjir yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng akibat Sungai Lamandau, Sungai Arut Utara, Sungai Kumai dan Sungai Sekonyer meluap sejak Sabtu malam (14/10) lalu masih belum surut. Ketinggian air mencapai 30-100 centimneter.

Baca juga: Banjir Sungai Kahayan dan Rungan di Palangka Raya Semakin Tinggi , Warga Bantaran Diminta Waspada

Banjir yang terjadi hampir 2 pekan itu  mengakibatkan  2.568 KK atau 7.533 jiwa terpaksa mengungsi. 

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat, dilansir dari laman BNPBP, (26/10/2022)  menyebutkan 5 kecamatan yang terdampak banjir lebih dari sepekan yakni  Kelurahan Raja, Raja Seberang, Mendawai, Mendawai Seberang, Sidorejo, Baru, Desa Kumpai Batu Bawah, Tanjung Terantang, Runtu, Sulung, Kenambui, Rangda dan Umpang (Kecamatan Arut Selatan).

Kemudian Kelurahan Pangkut, Desa Nanga Mua, Sukarami, Gandis, Kerabu, Penyombaan, Sambi, Riam, Panahan, Pandau dan Sungai Dau (Kecamatan Arut Utara).

Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kotawaringin Hulu, Desa Lalang, Rungun dan Kondang (Kecamatan Kotawaringin Lama) dan Desa Sekonyer (Kecamatan Kumai) dan Desa Sungai Hijau (Kecamatan Pangkalan Banteng).

Sony, warga Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat mengatakan, hingga saat ini banjir masih menggenangi sebagain besar kota Pangkalan Bun.

“Banyak warga yang menggungsi baik, dipengungsian atu juga ditempat sanak saudara mereka yang tidak kebanjiran,”ujarnya.

Kepala Desa Kumpai Batu Bawah Sarianto mengatakan jumlah warga desa yang mengungsi di Gedung Olahraga Gelora Remaja Desa Kumpai Batu Atas sebanyak 97 kk dengan 220 jiwa.

“Untuk jumlah pengungsi di Gedung Olahraga Gelora Remaja Desa Kumpai Batu Atas berjumlah 220 jiwa, 97 kk. Sementara jumlah rumah penduduk yang terdampak berjumlah 1.064 jiwa, 226 kk,” tutur Sarianto dikutip dari  MMC Kalteng.(Sur - OR1)