Banjir Sungai Kahayan dan Rungan di Palangka Raya Semakin Tinggi , Warga Bantaran Diminta Waspada

Sungai Kahayan yang meluap dan membanjiri pemukiman di bantaran sungai (MMC Kalteng)

PALANGKARAYA - Warga yang saat ini bertempat dinggal disekitar daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Kahayan dan Sungai Rungan, di Palangkaraya diminta untuk waspada atau mengungsi.

Baca juga: Kawasan Pemukiman Langganan Banjir di Palangka Raya Kembali Tergenang

Pasalnya hingga saat ini di kedua sungai itu debit airnya setiap hari cenderung untuk meningkat akibat masih tingginya curah hujan .

“Kenaikan di kedua sungai itu bertambah antara  antara 2 hingga 15 cm. Karenanya, masyarakat yang bermukim pada DAS itu, diingatkan untuk lebih waspada. Terlebih wilayah Kota Palangkaraya terus diguyur hujan dengan intensitas sedang,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Jumat (25/11/2022).

Dipaparkan Emy, di Kelurahan Kalampangan dan Marang  ada kenaikan debit air setinggi 2 cm. Sedangkan di Kelurahan Kanarakan naiknya hingga 30 cm.

Di Kelurahan Banturung mengalami kenaikan 15 cm dari hari sebelumnya, lalu di Kelurahan Tanjung Pinang dan Bereng Bengkel mengalami kenaikan 3 cm dari hari sebelumnya.

Dari data BPBD Palangkaraya menyebutkan, Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut  masih menjadi wilayah banjir terparah.

Untuk Jekan Raya ada 3.289 kepala keluarga atau 12.315 jiwa yang terdampak banjir dengan total 1.122 rumah yang terendam air dan di Pahandut ada 2.176 kepala keluarga atau 8.340 jiwa dan 1.783 rumah yang terdampak.

Saat ini kata Emy, ada  3 kecamatan yang sebagian warganya ada yang mengungsi, yakni di Kecamatan Pahandut dengan 8 kepala keluarga dan 27 jiwa.

Kemudian  Jekan Raya dengan 92 kepala keluarga dan 275 jiwa serta di Kecamatan Sebangau dengan 8 kepala keluarga dan 30 jiwa.

“ Totalnya ada 109 kepala keluarga dan 332 jiwa yang tinggal di pengungsian,”terangnya.(Sur- OR2)