Filmkan Vina, Kau Kutangkap

Foto : web

Oleh: Lestantya R. Baskoro

Baca juga: Wagub Paparkan Kebijakan dan Strategi Pemprov Kalteng Percepatan Pembangunan Ekonomi

Tidak terbayang apa terjadi atas kejahatan delapan tahun lalu jika film itu tak muncul: Vina, Sebelum 7 Hari. Beredar sejak  sebulan silam, film yang diambil dari kisah nyata itu berdampak besar, yakni, desakan publik untuk menangkap pelaku kejahatan sadis itu...

Vina, remaja Cirebon, tewas pada Sabtu 27 Agustus 2016. Tubuhnya tergeletak bersama kekasihnya, Eki, di Jalan Raya Talun, Cirebon, Jawa Barat. Keduanya tewas di tangan gerombolan geng motor. Awalnya polisi menandainya sebagai korban kecelakaan tunggal, dan ini yang ajaib, setelah “arwah” Vina masuk ke seorang temannya, Linda, yang menyatakan dirinya korban perkosaan, polisi kemudian mengusut kasus ini kembali.

Vina korban perkosaan geng yang kemudian, bersama Eki digebuki,  digeletakkan di jalan untuk memberi kesan korban kecelakaan. Polisi menangkap delapan dari sebelas yang diduga pelakunya. Arwah Vina, yang “suaranya” bisa kita dengar di Youtube dengan jelas menceritrakan kronologis peristiwa yang menimpa dirinya dan juga para pelaku yang melarikan diri.

Delapan tahun otak pelakunya tak tertangkap. Kajahatan itu seperti terkubur. Keadilan tak bisa digapai keluarga Vina, rakyat kecil yang sehari-hari orang tuanya bekerja sebagai pembantu. Publik bertanya: ada apa dengan aparat kepolisian kita? Di media sosial, publik mulai membicarakan dugaan adanya orang kuat -orang penting- yang sengaja melindungi buron kasus ini sekaligus berupaya membenamkan peristIwa sadis tersebut...

Sampai film itu kemudian beredar dan publik berteriak: ada hal yang harus dibela. Kepolisian Cirebon, Kepolisian Jawa Barat digugat, dipersoalkan ketidakprofesionalan mereka. Tampaknya suara media sosial -para netizen- akan menentukan kasus ini. Dalam dunia informasi dengan media sosial sebagai power, para netizen, memberi informasi yang  bisa “sambung menyambung,” juga mengejek aparat yang dinilai tak becus menangkap pelakunya.

Kejahatan atas Vina harus dibongkar. Siapa pun yang sengaja menutupi kasus ini harus diminta pertanggungjawabannya. Kasus ini memberi PR besar bagi para penegak hukum Jawa Barat: membubarkan geng-geng motor di provinsi tersebut,  yang selama ini dikenal sebagai biang kerusuhan dan kejahatan. []