Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Rusdiansyah.
kontenkalteng.com, Palangka Raya - Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rusdiansyah mengatakan, warga di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, meminta adanya peningkatan infrastruktur pertanian.
Baca juga: 2 Pekan Jelang Hari Raya Kurban Pasokan Hewan di Palangka Raya Capai 1.760 Ekor
"Saat kegiatan reses ke kelurahan tersebut beberapa waktu lalu, kami dari daerah pemilihan III melihat kondisi drainase yang belum optimal menampung debit air saat musim hujan," katanya, Senin (25/8).
Untuk itu pihaknya meminta pemerintah kota melalui instansi terkait segera melakukan perbaikan sekaligus pelebaran saluran drainase.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius, mengingatkan Kelurahan Kalampangan merupakan salah satu daerah yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani.
Tentunya kondisi drainase yang kurang baik akan mengancam lahan pertanian warga saat musim hujan yang berpotensi terjadinya banjir.
"Drainase inikan fungsinya untuk menampung air saat tinggi, jadi kalau drainasenya kurang baik maka genangan akan merendam lahan pertanian yang tentu ini sangat merugikan masyarakat," ucapnya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menekankan, penataan drainase ini perlu menjadi prioritas pemerintah melalui skala prioritas.
Hal ini tidak hanya bicara soal infrastruktur, tetapi juga berkaitan dengan perekonomian masyarakat di Kelurahan Kalampangan.
"Apalagi kan Kelurahan Kalampangan ini merupakan salah satu sentra pertanian di Kota Palangka Raya," ujarnya.
Apabila lahan masyarakat ini rusak, maka bukan hanya petani yang rugi, tapi juga masyarakat luas karena pasokan hasil pertanian terganggu. Untuk itu, upaya mitigasi bencana melalui peningkatan infrastruktur pertanian perlu menjadi perhatian pemerintah kota, agar kedepan lahan pertanian warga tak terendam banjir.
"Kita juga bicara soal aktivitas pertanian di Palangka Raya, karena itu Infrastruktur pertanian yang memadai menjadi kunci supaya panen bagus dan produktivitas bisa lebih besar, dan yang pasti tidak ada risiko gagal panen karena banjir," pungkasnya. (SUR/OR1)