Tren Positif Ekonomi Kalteng, Ekspor dan Konsumsi Pemerintah Jadi Pendorong Pertumbuhan

Suasana saat rilis kondisi sosial ekonomi Kalteng di Ruang Vicon BPS Provinsi Kalteng ( foto ist)

Kontenkalteng.com, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah merilis perkembangan indikator strategis daerah yang mencakup pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026, kondisi ketenagakerjaan Februari 2026, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) 2025, serta hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. 

Baca juga: Perekonomian Kalteng Tahun 2022 Ketiban ‘Durian Runtuh’ Tingginya Harga Batubara

Kegiatan ini berlangsung di ruang Vicon BPS dan turut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube pada Selasa (5/5/2026), serta disampaikan oleh Plt. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami.

Secara umum, kondisi ekonomi dan sosial Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan.

Perekonomian Kalimantan Tengah pada triwulan I-2026 tumbuh sebesar 3,79 persen (year-on-year), namun mengalami kontraksi sebesar 7,46 persen dibandingkan triwulan IV-2025 (quarter-to-quarter). Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tercatat sebesar Rp61,04 triliun (ADHB). 

Struktur ekonomi masih didominasi oleh sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, pertambangan, dan konstruksi, dengan sektor pertambangan sebagai penyumbang pertumbuhan tertinggi.

Dari sisi pengeluaran, ekspor menjadi kontributor terbesar, sementara konsumsi pemerintah tumbuh paling tinggi sebesar 5,16 persen. Aktivitas ekonomi juga didorong oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga seiring momentum hari besar keagamaan serta pemberian Tunjangan Hari Raya (THR). 

Di sisi produksi, peningkatan signifikan terjadi pada produksi padi, sementara komoditas kelapa sawit dan bauksit mengalami penurunan akibat faktor cuaca dan kendala administratif.

Pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja mencapai 1,50 juta orang dengan jumlah penduduk bekerja sebanyak 1,45 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 3,44 persen, menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penyerapan tenaga kerja meningkat sebesar 6,68 ribu orang dibandingkan Februari 2025.

Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian, perdagangan, dan pertambangan. Selain itu, kualitas ketenagakerjaan juga membaik, ditunjukkan oleh meningkatnya proporsi pekerja formal menjadi 49,33 persen serta pekerja penuh waktu yang mencapai 69,98 persen.

Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kalimantan Tengah tahun 2025 tercatat sebesar 0,534, menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan semakin membaiknya kesetaraan gender, yang didukung oleh peningkatan partisipasi perempuan dalam pendidikan, legislatif, dan pasar tenaga kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan juga menunjukkan tren peningkatan.

Hasil SUPAS 2025 menunjukkan jumlah penduduk Kalimantan Tengah mencapai sekitar 2,85 juta jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 1,34 persen per tahun, yang cenderung melambat. Struktur penduduk didominasi oleh kelompok usia produktif, dengan rasio ketergantungan menurun menjadi 42,62. 

Angka kelahiran total terus menurun mendekati tingkat penggantian, sementara angka kematian bayi juga mengalami penurunan menjadi 16,21 per 1.000 kelahiran hidup. Di sisi lain, proporsi penduduk lanjut usia meningkat menjadi 9,22 persen, yang menunjukkan kecenderungan menuju penuaan penduduk di beberapa wilayah. (SUR/OR1)