Perekonomian Kalteng Tahun 2022 Ketiban ‘Durian Runtuh’ Tingginya Harga Batubara

Kepala Kantor Perwakilan BI Kalteng Yura Djalins

Kenaikan harga pada sektor pertambangan batubara membuat perokonomian Kalteng di Tahun 2022 bagai  mendapatkan durian runtuh (windfall).

Baca juga: OPINI : Menghadapi Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Tengah

Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalteng Yura Djalins, saat pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Palangka Raya,  Rabu (30/11/2022).

Kinerja ekonomi Kalteng yang impresif di Tahun 2022, kata dia,  dikontribusikan oleh sektor primer berbasis pertambangan yang kuat. 

Ini tercermin  dari pangsa sektor pertambangan sebesar 15 persen  dan pangsa ekspor luar negeri yang mencapai 81 persen. 

“Akibat kenaikan  harga komuditas yang memberikan windfall (durian runtuh) bagi perekonomian Kalteng dan menjadikan sektor ini menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi di Tahun 2022,”jelas Yura. 

Namun demikian kata, ketergantungan ekonomi Kalteng yang tinggi pada sektor batubara  secara berangsur-angsur harus segera diturunkan.

Ini kata dia melihat prakiraan era sunset (senjakala) batubara pada 2026 serta forum G20 di Bali dimana green economy (ekonomi hijau) jadi komitmen bersama para kepala negara tersebut dapat dijadikan salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan batubara.

“Langkah yang bisa dilakukan yakni mendorong hilirisasi produk sektor tambang yang green energy (energi hijau) dan mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor, serta mendorong industri pariwisata,”paparnya.

Hal ini mengingat kontribusi sektor pariwisata yang diproksi dari lapangan usaha akomodasi dan makan minum serta transportasi di Kalteng secara total masih relatif rendah yaitu masing-masing sebesar 1,65% dan 6,37% di tahun 2021. 

Sebagai gambaran, Provinsi Bali berhasil mengembangkan sektor pariwisata dengan kontribusi 18% terhadap PDRB di triwulan III 2022.

“Pariwisata mampu mendorong berbagai sektor baik pertanian, transportasi, serta industri kreatif UMKM,” tambahnya. 

Dibagian lain Yura juga menyebutkan, tingkat inflasi tahunan Kalteng sejak triwulan III tahun 2021 terus menunjukan kecenderungan peningkatan dan berada di atas tren inflasi nasional. 

“Pada bulan Oktober 2022, tingkat inflasi Kalteng tercatat sebesar 7,10% (yoy) lebih tinggi dari tingkat inflasi nasional 5,71% (yoy) dan berada di atas sasaran inflasi nasional yang sebesar 3±1% (yoy).(Sur - OR2)