Legislator: Melalui Ide Dan Gagasan Pemuda Muhammadiyah Diminta Berpartisipasi Membangun Daerah

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Abdul Razak (Dua dari kanan), pada saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalteng, beberapa waktu lalu.

kontenkalteng.com, Palangka Raya - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Abdul Razak meminta Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) di provinsi ini dapat turut berpartisipasi memberikan ide dan gagasan dalam membangun daerah.

Baca juga: Legislator Harapkan Generasi Muda Berpartisipasi Dalam Pembangunan

"Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, maka Muhammadiyah juga harus memperlihatkan perannya dalam berbagai hal, khususnya dalam bidang pembangunan daerah tanpa terkecuali mereka yang berada pada angkatan muda," katanya, Senin, 15 Juli 2024.

Dirinya menjelaskan, hal tersebut menandakan bahwa angkatan muda Muhammadiyah harus bisa memberikan keteladanan, membina dan menggerakan potensi muda Islam sehingga bisa menciptakan kader terbaik yang dapat berkontribusi terhadap daerah.

Terlebih tuntutan keterlibatan kaum muda saat ini dianggap sangat wajar karena kaum muda kini dinilai memiliki potensi besar dalam membangun daerah.

Namun terkait pembangunan daerah memang tidak hanya diharapkan melalui campur tangan kaum muda saja, tetapi juga keterlibatan seluruh pihak, khususnya pengawasan dari masyarakat.

"Pemuda juga bertanggungjawab dalam pembangunan, karena itu harus ikut terlibat baik melalui organisasi dan lainnya. Jadi bisa memberi masukan ataupun inovasi kepada pemerintah supaya lebih baik,” ucapnya.

Lebih lanjut pria yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Muhammadiyah Kalimantan Tengah ini mengaku sangat memahami bagaimana tuntutan yang harus dipenuhi oleh para angkatan muda, yang salah satunya menginginkan Pemuda Muhammadiyah sebagai pemuda negarawan.

Oleh sebab itu Pemuda Muhammadiyah dapat turut serta dalam pembangunan Kalteng melalui berbagai program kerja, yang juga dilakukan dengan cara meningkatkan sinergitas antar pemuda maupun dengan pemerintah daerah.

“Organisasi-organisasi kepemudaan ini harus telibat dalam pembangunan, seperti para pemuda Muhammadiyah yang saya harapkan bisa menjadi pemimpin pada level manapun, dan tidak boleh apatis terhadap politik,” ujarnya.

Legislator asal partai Golkar ini meyakini, bahwa melalui organisasi ini tentunya kaum muda akan belajar bagaimana menyampaikan berbagai ide dan gagasan terkait membangun daerah dengan cara yang santun.

Hal tersebut tentunya wajib untuk dipahami oleh seluruh kader, bahwa komunikasi yang baik juga penting dalam modal awal seorang pemuda untuk bisa berkontribusi dalam membangun daerah.

"Karena memang komunikasi ini juga menjadi salah satu hal yang sangat penting, kita tahu semua tentu ingin didengar tetapi kan kita juga harus tahu bagaimana berkomunikasi yang baik. Itu lah pentingnya organisasi untuk membekali diri dengan hal-hal yang positif," pungkasnya. (Sur/OR1)