Inflasi di Kalteng Masih Stabil Meskipun Beberapa Komuditas Melonjak Harganya

Asisten Ekbang Setda Prov. Kalteng Sri Widanarni ikuti rakor pengendalian inflasi bersama Mendagri secara virtual

kontenkalteng.com, Palangka Raya-Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Prov. Kalteng Sri Widanarni  mengatakan, nflasi di Kalteng saat ini masih stabil, terutama untuk harga beberapa komoditas yang sedikit bergejolak seperti bawang merah, bawang putih, dan daging ayam ras. 

Baca juga: Oktober 2022, Harga Kebutuhan Pokok Warga Palangkaraya Cenderung Turun

"Kita harapkan Pasar Penyeimbang atau Pasar Murah tidak hanya dilaksanakan oleh Provinsi saja, tetapi juga dilaksanakan oleh kabupaten/kota. Setelah di Kotim, nanti juga ada di Barito," ucapnya usai  Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Kantor Gubernur Kalteng, Senin (22/1/2024). 

Ia menekankan pentingnya dilakukan bantuan supply bahan makanan pokok dan menjaga harga tetap stabil untuk menekan inflasi di Kalteng, sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan makanan pokok khususnya di wilayah yang rawan banjir. 

"Di tahun 2024 ini, daerah yang dijadikan sampel inflasi di Kalteng bertambah menjadi empat, selain Sampit dan Palangka Raya, juga ada Sukamara dan Kapuas," pungkasnya. 

Nampak hadir mendampingi Sri Widanarni, Deputi Perwakilan BI Maghfur dan Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng terkait. 

Sebelumnya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Pudji Ismartini menyampaikan dalam paparannya, di minggu ketiga Januari 2024 ini, inflasi beras, cabai merah, cabai rawit, bawang putih, dan daging ayam ras yang relatif tinggi mayoritas terjadi di kota-kota di luar pulau Jawa.

“Secara nasional, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sampai dengan minggu ketiga Januari turun sebesar 8% poin dibandingkan pada minggu sebelumnya,” ungkapnya.

Ia menyebut, dari 26,37% kabupaten/kota di luar pulau Jawa dan Sumatera yang mengalami kenaikan IPH, kenaikan harga tertinggi terjadi di Hulu Sungai Utara dengan IPH 3,93%. “Komoditas penyumbang andil terbesar di 10 wilayah tersebut didominasi oleh bawang merah, daging ayam ras, dan beras,” bebernya. (Yanti-OR1)