Oktober 2022, Harga Kebutuhan Pokok Warga Palangkaraya Cenderung Turun

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dirilis BI Kalteng,(dok. BI Kalteng)

Mengutip catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dirilis BI Kalteng, Rabu, 3 Oktober 2022, untuk minggu ketiga Bulan Oktober 2022 di Pasar Besar dan Pasar Kahayan Palangka Raya, Kalteng, menunjukan sejumlah komuditas harga kebutuhan pokok warga cenderung mengalami penurunan harga.

Baca juga: BI Kalteng : Hampir 2 Pekan Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok Warga Cenderung Turun

Meski demikian tetap ada beberapa barang yang naik harganya karena dipengaruhi factor distribusi.

Untuk beberapa komuditas barang yang turun harganya dibanding hari sebelumnya (Selasa 2/10/2022) minyak goreng Rp 21.750, cabai rawit Rp 60.150, cabai merah rp 77.250 dan daging ayam ras Rp 40.160

Kenaikan justru terjadi pada telur ayam ras Rp 29.250, bawang merah Rp 33.750 dan beras Rp 15.050.

Sementara harga stabil terjadi pada daging sapi Rp 146.900, bawang putih 27.750 dan gula pasir Rp 16.150

Dalam laporannya BI Kalteng menyebutkan, terjadinya kenaikan harga dipengaruhi oleh berkhirnya musim panen dibeberapa komuditas seperti bawang merah disentra produksi Pulau Jawa .

Sementara kenaikan telur ayam ras banyak dipengaruhi oleh biaya distribusi, sedangkan penurunan harga dipengaruhi oleh komuditi cabai yang yang memasuki masa panen , tulis BI Kalteng dalam laporannya.

“Berdasarkan pantauan, penurunan harga itu  dipengaruhi oleh banyaknya persediaan cabai merah yang mengalami over supply karena panen dan perubahan harga dari pemasok seperti pedagang besar atau produsen,”tulisnya.

Dengan demikian menurut BI Kalteng, Indeks Komposit Komuditas (IKK) PIHPS secara harian kembali bergerak turun (0,32%) dengan tren merata bulanan inflasi (-1,13%)

Sementara itu untuk menekan laju inflasi tengah naiknya harga BBM yang tentunya berimbas pada naiknya harga bahan pokok (bapok) di pasaran, Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan aksi pasar murah hingga Bulan Desember 2022.

“Sesuai dengan ketetapan pemerintah dalam menekan laju inflasi, operasi pasar murah bersubsidi ini nantinya akan digelar hingga akhir tahun atau bulan Desember 2022 mendatang,” kata Hadriansyah, Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya.

Menurutnya, keberadaan pasar murah ini sangat meringankan beban warga terutama bagi warga yang kurang mampu, karena dalam paket sembako yang dijual tesebut sudah diberikan subsidi oleh pemerintah setempat. (Sur - OR2)