Waspada! Beruang Madu Ukuran Besar Masuk Permukiman Warga Baamang Barat Kotim

Komandan BKSDA Resort, Muriansyah meninjau lokasi kemunculan beruang., Rabu (14/1/2026) (Foto: Deviana-kontenkalteng.com)

kontenkalteng.com,Sampit-Ketenteraman malam warga Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, mendadak terusik. Bukan oleh suara kendaraan atau hiruk-pikuk kota, melainkan oleh kehadiran satwa liar yang tak lazim muncul di tengah permukiman, seekor beruang madu berukuran besar.

Baca juga: Waspada! Buaya di DAS Mentaya Kotim Semakin Mengganas

Satwa dilindungi tersebut dilaporkan berkeliaran di sekitar Kompleks Perumahan Az-Zahra dan Mahardika, tepatnya di kawasan Jalan Bumi Raya I, pada Senin (12/1/2026). Informasi awal datang dari warga yang melihat langsung pergerakan beruang di sekitar jalan masuk perumahan.

Laporan itu kemudian diteruskan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit. 

Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengatakan pihaknya segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi serta menelusuri kemungkinan jalur lintasan satwa tersebut.

“Berdasarkan keterangan warga, beruang madu itu terlihat dua kali dalam satu malam. Pertama sekitar pukul 18.10 WIB dan kembali muncul sekitar pukul 23.00 WIB. Hanya satu ekor, tetapi ukurannya cukup besar,” kata Muriansyah, Rabu (14/1/2026).

Dari hasil penelusuran di lapangan, petugas menemukan sedikitnya tiga jalur alami yang diduga kerap dilalui beruang di sekitar kawasan permukiman. Jalur tersebut berupa lorong semak dan area terbuka yang menghubungkan hutan dengan lingkungan warga.

Temuan itu membuat sebagian warga memilih meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah aktivitas luar rumah pada malam hari dibatasi, sementara pintu dan pagar rumah ditutup lebih awal sebagai langkah antisipasi.

BKSDA menduga beruang madu yang muncul di Baamang Barat merupakan individu yang sama dengan satwa liar yang sempat terlihat di kawasan Perumahan Wengga Metropolitan beberapa waktu lalu. Dugaan ini berdasarkan pola pergerakan dan lokasi kemunculan yang masih berada dalam satu bentang wilayah.

Sebagai langkah pencegahan, petugas BKSDA memberikan imbauan dan edukasi kepada warga agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dengan satwa liar, termasuk tidak mengejar atau mencoba mengusir beruang secara mandiri.

“Kami minta warga segera melapor jika ada penampakan lanjutan. Jika kembali muncul, kami siap memasang perangkap untuk mengamankan beruang tersebut,” tegas Muriansyah.

Penulis : Deviana

Editor : Heriyanto