Bupati Kotim Halikinnor bersama peserta sunatan masal
kontenkalteng.com , SAMPIT - Sebanyak seribu orang mendaftar untuk mengikuti sunatan masal yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim). Sunat atau khitanan ini untuk membantu masyarakat terutama kurang mampu dalam menunaikan kewajiban untuk mengkhitankan atau mengunatkan anak laki-lakinya.
Baca juga: Peringati HKN Ke-58, Pemkab Barsel Gelar Senam dan Pengobatan Gratis
"Hari ini kita mulai sunat masal se Kotim. Karena sekarang libur panjang, saya perhitungkan libur ini cukup untuk dilaksanakan sunat masal, " kata Bupati Kotim Halikinnor, Senin 24 Juni 2024.
Disampaikan, dirinya tidak menyangka kegiatan dari inisiatifnya itu menjadi perhatian masyarakat. Itu dapat dilihat dari jumlah peserta sunat masal.
Diungkapkan inisiatif sunat masal itu dilakukan karena ia sering mendengarkan keluhan warga saat terjun ke daerah. Dimana saat libur sekolah mereka yang memiliki anak laki-laki berniat mengkhitankan anaknya, namun saat libur tiba mereka terkendala biaya.
Karena bagi mereka biaya khitan saat ini yaitu Rp500 ribu sampai Rp1 juta itu terbilang mahal. Terutama bagi yang kurang mampu. Oleh sebab itu, Halikinnor mengambil inisiatif meringankan beban para orangtua, pada libur sekolah ini digelar khitanan masal gratis se Kotim.
"Mendengar itu, saya berinisiatif mengundang Kadisdik dan Dinkes coba buka sunat masal, ternyata peminatnya banyak hampir 1000 orang, " sebutnya.
Khitanan masal dimulai dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK) yang diselenggarakan di rumah jabatan Bupati Kotim. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan M. Irfansyah serta Kepala Dinas Kesehatan setempat Umar Kaderi.
M. Irfansyah menyebut dari jumlah pendaftar khitanan masal gratis paling banyak dari wilayah Kecamatan MBK yaitu 320 orang.
"320 orang dari MBK itu dilaksanakan hari ini. Dari jumlah tersebut dua diantaranya berkebutuhan khusus," ucapnya.
Khitanan masal ini dilakukan di 17 kecamatan di Kotim. Pihaknya telah menjadwalkan pelaksanaan di setiap kecamatan. Setelah Kecamatan MBK, pelaksanaan akan dilakukan di Kecamatan Mentaya Hulu.
"Besok jadwalnya di Mentaya Hulu, untuk jumlahnya terus bertambah, bisa ratusan juga di sana. Karena momennya tepat di waktu libur sekolah, sehingga banyak masyarakat yang memanfaatkan itu dan kebetulan anaknya siap," ucapnya.(Sur/OR1)