Sekda Nuryakin Tengah sampaikan sambutan pada acara Ramah Tamah Seminar Nasional APTA (dok. MMC Kalteng)
kontenkalteng.com, Palangka Raya – Sekretaris Daerah (Sekda) Prov. Kalteng Nuryakin menghadiri acara Ramah Tamah Bersama Peserta Seminar dan Rapat Tahunan Asosiasi Profesi Teknologi Agroindustri (APTA) Tahun 2023, yang diselenggarakan oleh Universitas Palangka Raya (UPR), bertempat di Aula Jayang Tingang (AJT) Lt. II Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (8/11/2023).
Baca juga: Pemindahan IKN Mendorong Menuju Indonesia Emas
Gubernur Kalteng dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Nuryakin mengatakan, bahwa Pemerintah Prov. Kalteng menyambut baik dilaksanakannya Seminar Nasional sekaligus dirangkaikan dengan Rapat Tahunan APTA, yang mengusung tema “Membangun Sinergi dan Kolaborasi Dunia Akademik dan Industri dalam Pengembangan Potensi dan Kompetensi Inti Daerah”.
“Kita semua tentu menaruh harapan besar terhadap kegiatan Seminar Nasional dan Rapat Tahunan APTA ini. Terlebih lagi, APTA berisikan pakar dan praktisi di bidang teknologi pertanian, yang bersepakat mendirikan asosiasi APTA ini, berangkat dari niat tulus dan kepedulian, untuk bersama-sama memperkuat daya saing agroindustri atau industri pertanian di Indonesia” ucapnya.
Melalui kegiatan Seminar Nasional dan Rapat APTA diharapkan nantinya dapat memberikan kontribusi positif, baik berupa rekomendasi maupun terobosan, dalam upaya memajukan sektor pertanian di Indonesia, khususnya di Prov. Kalteng, sehingga pada akhirnya dapat mengangkat perekonomian daerah dan tentunya kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa Kalteng adalah Provinsi terluas di Indonesia yaitu sekitar 153 ribu Kilometer Persegi lebih luas dibanding Pulau Jawa, dan dikarunia kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) melimpah, mulai dari tambang dan mineral, kehutanan, perkebunan, kelautan dan perikanan, hingga pertanian.
“Bahkan, Provinsi Kalteng mendapatkan kepercayaan dari Presiden Joko Widodo, untuk pengembangan Program Strategis Nasional Food Estate” ungkap Nuryakin
“Keberhasilan Program Food Estate tersebut perlu kerja sama dan sinergi semua pihak, termasuk dukungan dari APTA, yang tentunya akan dapat memberikan energi positif terhadap pengembangan teknologi dan hilirisasi industri pertanian” imbuhnya. (Sur/OR1)