Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Okki Maulana.
kontenkalteng.com , PALANGKA RAYA - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Okki Maulana meminta pemerintah daerah untuk mengoptimalkan energi baru terbarukan untuk memperkuat ketahanan energi di 'Bumi Pancasila, Bumi Tambun Bungai'.
Baca juga: Mantap! Pesawat Berbahan Bakar Campuran Minyak Sawit Berhasil Lakukan Uji Terbang
"Di Kalimantan Tengah ini memiliki potensi besar terhadap energi baru terbarukan, baik dari matahari, air maupun biomassa. Untuk mewujudkan kemandirian energi, hal ini harus dimaksimalkan, terutama di pedesaan," katanya, Senin (26/5/2025).
Dia mengungkapkan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), serta sistem energi berbasis komunitas desa bisa menjadi langkah strategis bagi pemerintah daerah.
Terlebih, adanya usulan ini juga sejalan dengan agenda pemerintah pusat dalam mendorong penggunaan energi bersih sehingga dapat mencegah efek rumah kaca yang kian hari kian parah.
“Program-program energi terbarukan harus masuk ke desa-desa terpencil, bukan hanya di kota. Dengan begitu, pemerataan energi bisa tercapai dan ekonomi desa ikut tumbuh,” ucapnya.
Okki juga meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk segera merancang peta jalan transisi energi ini, mengingat kondisi geografis provinsi ini yang dikelilingi oleh sungai, perbukitan hingga hutan.
Peta yang dirancang tersebut juga dinilai dapat membuat arah kebijakan menuju energi hijau dapat dilaksanakan secara terstruktur sehingga kedepan pelaksanaannya tidak ditemukan kendala.
“Pemerintah harus segera merancang peta jalan transisi energi yang realistis dan melibatkan semua pemangku kepentingan. Dengan begitu, investasi di sektor EBT bisa lebih menarik dan terjamin keberlanjutannya,” ujarnya.
Okki juga menambahkan, adanya kepastian arah kebijakan daerah akan mendorong kepercayaan investor untuk masuk ke sektor energi terbarukan.
Ia menerangkan, dampaknya selain membuka lapangan kerja, juga berpeluang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga kedepan Provinsi Kalimantan Tengah dapat memiliki perekonomian yang kuat.
“Kalteng jangan hanya jadi penonton dalam era transisi energi. Kita punya potensi, tinggal bagaimana keberanian kita untuk mengeksekusi,” pungkasnya. (Sur/OR1)