Pemprov Kalteng Akan Menggelar Rapat Evaluasi Terkait Inflasi Bulan Mei 2023

Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2023 bersama Mendagri, secara virtual.

Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2023 bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI),secara virtual pada Selasa (6/6/2023) mengatakan Pemprov Kalteng akan segera menggelar rapat evaluasi TPID terhadap hasil rilis BPS terkait inflasi Kalteng bulan Mei 2023 serta membahas berkenaan dengan hal-hal yang menjadi atensi.

Baca juga: Wabah PMK Jadi Bahasan Rapat High Level Meeting TPID Kalteng

"Ada beberapa yang menjadi atensi yakni daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih dan beras", tutur Yuas.

Ia mengungkapkan  bahwa di Kalteng inflasi masih aman dan terkendali.

Sementara itu menurut Mendagri Tito Karnavian mengatakan walaupun inflasi relatif terkendali, Mendagri meminta agar ada percepatan realisasi APBD TA 2023 dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat.

"Belanja Pemerintah merupakan hal yang cukup penting untuk menstimulasi sektor swasta sehingga akan terjadi peningkatan uang yang beredar", pungkasnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam paparannya menyampaikan pada Mei 2023, terjadi inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,09%, lebih rendah dibanding inflasi bulanan April 2023 dan Mei 2022 yang masing-masing sebesar 0,33% dan 0,40%.

Penyumbang utama inflasi Mei 2023 (m-to-m) adalah inflasi kelompak makanan, minuman, dan tembakau (0,48%) yang dapat diredam oleh deflasi kelompok transportasi (0,56%) serta pakaian & alas kaki (0,46%). Secara tahunan (y-on-y), inflasi Mei 2023 mencapai 4,00%, lebih rendah dibanding inflasi tahunan April 2023 yang sebesar 4,33%, tetapi lebih tinggi dibanding inflasi tahunan Mei 2022 (3,55%).

Adapun komoditas penyumbang utama inflasi bulanan di antaranya adalah bawang merah, daging ayam ras, ikan segar, telur ayam ras, dan rokok kretek filter, sementara komoditas penyumbang utama inflasi tahunan di antaranya adalah bensin, beras, rokok kretek filter, tarif kontrak rumah, dan bahan bakar rumah tangga.(Sur/OR2)