Pelaksana Tugas Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotim, Rody Kamislam,
kontenkalteng.com , Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) optimistis bahwa pembangunan pabrik pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis akan segera terwujud dan memberikan dampak positif ekonomi bagi daerah tersebut.
Baca juga: Tahun 2023, di Kotim Dibangun 5 Pabrik
Pelaksana Tugas Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotim, Rody Kamislam, mengungkapkan bahwa saat ini proses persiapan berjalan dan dievaluasi secara berkala, meskipun sebelumnya rencana ini sempat gagal karena kendala perizinan.
"Potensinya besar tapi anggaran kita terbatas, makanya kita menggandeng rekanan. Mohon doanya supaya semua berjalan lancar," kata Rody Kamislam, Selasa,17 Juni 2025
Dulu, pembangunan pabrik ini telah direncanakan bersama PT Bumi Resik Nusantara Raya pada 2024, namun batal. Kini, kerja sama dilakukan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Hapakat Betang Mandiri bersama Nusa Suriamas Group dari Malaysia.
Lokasi juga dipindah ke Kecamatan Mentaya Hilir Utara, yang dinilai lebih mempermudah proses perizinan karena kawasan tersebut masuk dalam rencana detail tata ruang sebagai kawasan industri.
Progres proyek ini cukup positif, dengan studi kelayakan (feasibility study) sudah selesai dan proses pembuatan analisis dampak lingkungan (AMDAL) sedang berlangsung.
"Kita buat target setiap tahapannya dan kita evaluasi bersama secara berkala sehingga tahu sampai di mana progresnya," ujarnya
Pembangunan pabrik ini menjadi inovasi daerah dalam memanfaatkan potensi dengan biaya dari investor, sementara pemerintah menyediakan lahan dan membantu proses perizinan.
Diharapkan, dari kerja sama ini pemerintah daerah akan mendapatkan bagi hasil keuntungan dan berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
"Potensinya sangat besar karena akan menjadi yang pertama di Kalimantan Tengah. Kalau seluruh kabupaten/kota bekerja sama dengan kita dalam hal pengolahan limbah medis, maka hasilnya akan cukup besar," pungkasnya.(Devy/OR2)