Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery.
kontenkalteng.com, Palangka Raya – Kenaikan harga plastik dinilai bukan semata persoalan ekonomi, tetapi juga peluang untuk mendorong perubahan gaya hidup masyarakat menjadi lebih ramah lingkungan. Momentum ini pun dimanfaatkan untuk mengajak warga kembali menggunakan bahan alami dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Sudah Tahu Kegunaan Kelapa Sawit Bagi Manusia? Ini 15 Manfaatnya
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menyebut kondisi tersebut sebagai saat yang tepat untuk “back to nature” atau kembali ke alam, khususnya dalam penggunaan kemasan makanan.
Menurutnya, penggunaan bahan alami seperti daun jauh lebih sehat dibandingkan plastik. Ia mencontohkan pembuatan ketupat yang lebih aman jika dibungkus dengan daun dibandingkan plastik, yang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
“Kalau orang bikin ketupat pakai daun itu lebih sehat. Kalau pakai plastik, dampaknya bisa berbahaya bagi kesehatan kita,” ujarnya Selasa (21/4/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa plastik merupakan material yang sulit terurai dan berkontribusi besar terhadap permasalahan sampah. Karena itu, upaya pengurangan penggunaan plastik sebenarnya telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya, termasuk saat perayaan Iduladha beberapa waktu lalu.
“Beberapa waktu lalu, pak Wali Kota saat kita idul adha kita berupaya mengurangi sampah bahan-bahan plastik. Jadi momentum kenaikan harga ini sangat baik untuk mendorong perubahan,” katanya
Khemal menilai, Palangka Raya memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif kemasan ramah lingkungan, seperti daun nipah dan daun kelapa.
Tak hanya itu, ia juga melihat peluang ekonomi dari kondisi tersebut. Kelangkaan dan mahalnya harga plastik dinilai bisa mendorong kreativitas masyarakat, khususnya pelaku usaha, untuk memproduksi kemasan tradisional seperti besek.
“Ini bisa menumbuhkan kreativitas masyarakat untuk membuat kemasan alami yang tersedia di daerah kita,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kota Palangka Raya untuk menyambut kondisi ini secara positif dan mulai beralih ke kemasan yang lebih ramah lingkungan.
“Ini momentum yang baik untuk beralih dari kemasan yang tidak ramah lingkungan ke yang lebih ramah lingkungan. Saya mendukung penuh langkah ini,” tandasnya. (SUR/OR1)