Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko (tengah) (Foto: MMCKalteng)
Kontenkalteng.com, Palangka Raya – Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang digelar secara daring dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Hadiri Rakor Inflasi, Yuas Elko: Provinsi Kalteng Melalui Kabupaten Pulang Pisau Mendapatkan Insentif Fiskal 9,6 M
Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, tersebut membahas perkembangan inflasi daerah, termasuk fluktuasi harga komoditas yang dipengaruhi ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi.
Dalam keterangannya, Yuas Elko menyampaikan bahwa perubahan harga di daerah sangat dipengaruhi oleh pasokan, terutama untuk komoditas yang masih bergantung dari luar wilayah.
“Perubahan harga sangat bergantung pada pasokan. Gangguan pasokan dari luar daerah akan berdampak pada ketersediaan serta harga di daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah komoditas seperti cabai, bawang, dan beras masih menjadi penyumbang utama inflasi karena kerap mengalami kenaikan harga secara berkala.
“Komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, hingga beras sering mengalami kenaikan harga. Kondisi ini perlu diantisipasi agar tidak berdampak luas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yuas menekankan pentingnya memperkuat kerja sama antar daerah, khususnya dengan daerah penghasil, guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.
“Kita perlu mendorong kerja sama antar daerah agar pasokan tetap terjaga dan tidak bergantung pada satu sumber,” pungkasnya. (SUR/OR1)