DPRD Palangka Raya soroti belum optimalnya serapan anggaran 2025

Juru bicara DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, pada saat membacakan tanggapan dewan.

kontenkalteng.com, Palangka Raya - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palangka Raya menyoroti belum optimalnya serapan anggaran pemerintah kota pada Tahun Anggaran 2025 yang dinilai masih perlu pembenahan serius.

Baca juga: Pemerintah Diminta Optimalkan Belanja Daerah

“Realisasi belanja daerah belum maksimal dan perlu percepatan agar program pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Juru Bicara DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, Kamis (23/4/2026).

Dia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang disampaikan dalam rekomendasi terhadap LKPj Wali Kota, total belanja daerah mencapai Rp1,51 triliun, namun realisasinya baru sekitar Rp1,32 triliun atau 87,38 persen.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan masih adanya ruang besar untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan anggaran, terutama dalam memastikan program berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

“Percepatan pelaksanaan anggaran harus dilakukan sejak awal tahun, termasuk proses pengadaan barang dan jasa,” ucapnya.

Sri mengungkapkan, DPRD Kota Palangka Raya juga mendorong agar seluruh perangkat daerah lebih disiplin dalam menjalankan program sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Selain itu, arah kebijakan belanja daerah diminta lebih difokuskan pada sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Belanja daerah harus memberi dampak nyata, dengan prioritas pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” ujarnya.

Di sisi lain, DPRD Kota Palangka Raya mencatat kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah mencapai 97,09 persen dari target Rp339,47 miliar.

Meski tergolong tinggi, capaian tersebut dinilai masih menyimpan potensi yang belum tergarap optimal, terutama dari sektor retribusi dan sumber PAD lainnya.

“Optimalisasi PAD perlu diperkuat melalui pembenahan data, digitalisasi sistem, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak,” pungkasnya. (SUR/OR1)