BPBD Catat Sejumlah Bencana Sepanjang 2025

Data Karhutla Kotim Tahun 2025

kontenkalteng.com , SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat Mentawa Baru Ketapang sebagai wilayah dengan intensitas kejadian bencana tertinggi sepanjang tahun 2025. Data tersebut tercantum dalam infografis penanggulangan bencana yang dirilis BPBD Kotim.

Baca juga: Karhutla Meluas 8 Lokasi di Palangka Raya, Petugas Diminta Gunakan Masker Standar

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan sepanjang 2025 pihaknya menangani berbagai jenis bencana yang tersebar hampir di seluruh kecamatan, dengan karakteristik dan tingkat kerawanan yang berbeda-beda.

“Dari data yang kami himpun, Mentawa Baru Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah kejadian paling banyak sepanjang tahun 2025,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).

Berdasarkan data BPBD, di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang tercatat sebanyak 32 kejadian bencana. Kejadian tersebut meliputi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada Juli dan Agustus, cuaca ekstrem pada Maret, April, Mei, November, dan Desember, serta operasi pencarian dan pertolongan pada Februari.

Wilayah dengan intensitas kejadian tinggi lainnya adalah Kecamatan Baamang dengan 16 kejadian. Di wilayah ini, kejadian didominasi Karhutla pada Februari, Mei, Juli, dan Agustus, serta cuaca ekstrem yang cukup intens pada November dan Desember.

“Karhutla dan cuaca ekstrem masih menjadi jenis bencana yang paling sering kami tangani di wilayah perkotaan,” jelasnya.

Untuk kategori intensitas menengah, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan mencatat 9 kejadian, yang didominasi Karhutla dan banjir. Sementara Kecamatan Bukit Santuai mengalami 8 kejadian, sebagian besar berupa banjir yang terjadi pada Agustus dan September di sejumlah desa.

Kecamatan Cempaga Hulu dan Tualan Hulu masing-masing mencatat 7 kejadian. Di Cempaga Hulu, selain banjir dan cuaca ekstrem, juga terjadi operasi pencarian dan pertolongan dengan korban meninggal dunia. Sedangkan di Tualan Hulu, seluruh kejadian merupakan bencana banjir yang terjadi pada Mei, September, dan Desember.

Adapun kecamatan dengan jumlah kejadian lima atau kurang tersebar di Teluk Sampit, Telaga Antang, Parenggean, Pulau Hanaut, Mentaya Hulu, Cempaga, Antang Kalang, Telawang, Seranau, hingga Mentaya Hilir Utara. Di wilayah pesisir seperti Teluk Sampit, operasi pencarian dan pertolongan menonjol dengan jumlah korban meninggal dunia yang cukup signifikan.

“Untuk kejadian pencarian dan pertolongan, banyak terjadi di wilayah perairan dan pesisir, terutama Teluk Sampit,” katanya.

Secara umum, BPBD Kotim mencatat banjir kerap terjadi di wilayah utara dan daerah bantaran sungai seperti Bukit Santuai, Tualan Hulu, dan Telaga Antang. Karhutla tersebar hampir merata, namun paling intens terjadi di Mentawa Baru Ketapang dan Baamang pada pertengahan tahun. Sementara kejadian pencarian dan pertolongan banyak terjadi di wilayah perairan dengan dampak korban jiwa.(DEVY/OR2)