Aisyah Thisia Tekankan Peran Perempuan sebagai Penggerak Pembangunan dan Fondasi Keluarga

Ketua TPPKK Kalteng Aisyah Thisia (Foto: MMCKalteng)

Kontenkalteng.com, Palangka Raya – Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak pembangunan sekaligus fondasi keluarga yang kuat, sejalan dengan semangat emansipasi yang diwariskan oleh Kartini.

Baca juga: Penurunan Angka Stunting di Kalteng Menjadi Prioritas Semua Pihak

Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Persatuan Istri Pegawai (PIP) PT Bank Kalteng yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini ke-147 Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Sabtu (25/4/2026).

“Perempuan masa kini memiliki hak yang sama dengan laki-laki, mulai dari mengenyam pendidikan tinggi, bekerja, hingga berpartisipasi dalam politik. Ini adalah hasil perjuangan panjang yang harus terus kita lanjutkan,” ujarnya.

Aisyah menekankan, perempuan saat ini tidak hanya berperan dalam lingkup domestik, tetapi juga dituntut menjadi pribadi yang mandiri, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.

“Tema ‘Semangat Kartini, Perempuan Mandiri Penggerak Negeri’ mengandung pesan kuat bahwa perempuan harus mampu menjadi motor penggerak pembangunan. Perempuan mandiri adalah yang mampu mengembangkan potensi diri dan berkontribusi bagi lingkungan,” tambahnya.

Ia juga menyoroti peran strategis perempuan dalam keluarga sebagai fondasi utama pembentukan masyarakat yang sejahtera.

“Dalam rumah tangga, seorang istri adalah fondasi. Jika fondasi kuat, maka keluarga akan kokoh. Dari keluarga yang kuat akan lahir masyarakat yang sejahtera,” tuturnya.

Selain itu, Aisyah mengajak perempuan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman serta meningkatkan kapasitas diri agar mampu memberikan dampak positif.

“Jangan sampai kita hidup di tahun 2026, tetapi pola pikir masih tertinggal. Kita harus terus meningkatkan kapasitas diri, meng-upgrade skill dan mindset agar mampu menjadi perempuan yang berdaya dan berdampak,” pesannya. (SUR/OR1)