Aktifitas Pedagang Wadai (kue) Ramadan di Palangka Raya (foto: kontenkalteng.com)
PALANGKA RAYA - Hingga saat ini penggunaan sistem pembayaran non tunai melalui ORIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Pasar Wadai (kue) Ramadhan di Palangka Raya masih belum seperti yang diharapkan. Pedagang berdalih, bila menggunakan QRIS maka akan lambat untuk mendapatkan uang tunai yang akan kembali digunakan untuk belanja modal jualan keesokan harinya.
Baca juga: Pedagang di Pasar Wadai Ramadhan Palangka Raya Belum Familiar Gunakan QRIS
Karenanya untuk menggalakkan penggunaan QRIS ini Bank Indonesia (BI) Kalteng akan memberikan penghargaan kepada pedagang dan pembeli yang banyak menggunakan QRIS.
“Untuk mensukseskan Pasar Wadai, Bank Indonesia melalui Program RISKA atau QRIS Berbagi Berkah memberikan penghargaan kepada pedagang dan pembeli yang melakukan transaksi terbanyak di Pasar Wadai dengan menggunakan QRIS,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Kalteng Yura Djalins, Selasa (5/4/2022).
Kepala Kantor Perwakilan BI Kalteng Yura Djalins (Dok. Humas BI Kalteng)
Bank Indonesia, kata dia, telah bekerjasama dengan dinas terkait dan perbankan setempat untuk giat mensosialisasikan penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran kepada pedagang terkait pembayaran menggunakan QRIS sebelum Pasar Wadai dibuka.
“Saya mendapatkan informasi dari perbankan, saat ini sudah ada pedagang-pedagang di Pasar Wadai yang menggunakan QRIS namun QR nya masih dalam proses cetak dan akan tersedia dalam waktu dekat,”ujar Yura.
Karena itu diharapkan di akhir penghujung Pasar Wadai, sebagian besar pedagang dan pembeli sudah mengenal dan menggunakan QRIS dalam transaksinya.
“Kedepan, Bank Indonesia akan terus berupaya untuk mengenalkan QRIS dari sisi manfaat dan keuntungannya melalui sosialisasi dan edukasi secara langsung kepada pedagang dan masyarakat yang belum mengenal QRIS selama Pasar Wadai berlangsung,”tegas Yura Djalins.
Dari data BI Kalteng, transaksi non-tunai menggunakan QRIS secara tahunan pertumbuhan jumlah merchant QRIS di Kota Palangka Raya meningkat 116%, dari hanya 14.993 merchant pada Maret 2021 menjadi 32.333 merchant pada Maret 2022.
Peningkatan yang signifikan ini menunjukkan penggunaan alat pembayaran menggunakan QRIS di Palangka Raya telah diterima masyarakat dengan baik dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari. (OR2)