Simak, Usia yang Tepat dan Manfaat Sunat Bagi Anak Laki-laki

Ilustrasi anak-anak (pixabay)

kontenkalteng.com, Palangka Raya-Sunat atau khitan  bagi umat muslim diwajibakan menurut agama. Tak hanya itu, ada alasan medis, yaitu untuk mencegah berbagai penyakit yang dapat menyerang kelamin.

Baca juga: 21 Tahun Untuk Wanita, Dianggap Usia Yang Siap Bangun Rumah Tangga

Menurut studi, melakukan sunat saat anak berusia kurang dari satu tahun dapat mengurangi risiko komplikasi akibat anestesi.

Sebenarnya berapa usia yang tepat untuk ank laki-laki disunat?

Melansir halodoc.com, studi uji klinis dilakukan di rumah sakit afiliasi Erzincan University of Medical Sciences, Turki, pada tahun 2014. Anak-anak yang disunat dievaluasi dalam 3 kelompok, yaitu kurang dari satu tahun (grup 1), 1-7 tahun (grup 2), dan> 7 tahun (grup 3).

Menurut studi itu,  melakukan sunat saat anak berusia kurang dari satu tahun dapat mengurangi risiko komplikasi akibat anestesi. Menariknya lagi juga dapat menurunkan biaya dibandingkan dengan melakukan prosedur pada anak yang lebih besar.

Manfaat Sunat bagi Anak Laki-laki

1. Dengan melakukan sunat, anak laki-laki akan lebih mudah membersihkan organ intim mereka saat mereka dewasa. Hal ini akan membuat kebersihan organ intim anak terjaga dan akan terhindar dari berbagai penyakit kelamin.

2. Mencegah terjadinya penyakit pada penis. Contohnya nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis.

3. Mengurangi risiko terjadinya kanker penis dan kanker serviks pada pasangan.

4. Membuat kesehatan penis lebih terjaga, sebab penis yang disunat lebih mudah dibersihkan.

5. Sunat juga dapat membuat anak laki-laki terhindar dari penyakit infeksi saluran kencing. Hal ini karena kulup pada penis dihilangkan. Biasanya, kuman akan bersarang pada        kulup penis yang belum disunat.

6. Anak yang telah disunat akan terhindar dari berbagai masalah penyakit penis, seperti infeksi atau pun peradangan.

Bahkan, beberapa penelitian juga menyatakan bahwa tindakan sunat dapat meningkatkan ketahanan tubuh dari penyakit seksual menular seperti HIV atau AIDS. (OR1)