Penyusutan Lahan, Salah Satu Penyebab Tingginya Harga Bawang Merah di Kalteng

Ilustrasi petani bawang merah (foto: republika)

Harga bawang merah di pasaran Palangka Raya, Kalteng saat ini mulai melonjak dari semula Rp. 23 ribu per kilogram sekarang mencapai Rp 41 ribu per kilogram. Salah satu penyebab semakin melonjaknya harga bawang merah diakibatkan karena terjadinya penyusutan lahan.

Baca juga: Banjir Jadi Penyebab Tingginya Harga Bawang Merah, Ayam Ras dan Beras di Kalteng

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng Riza Rahmadi.

“Tahun 2021 seluas lahan bawang merah  23,55 Ha atau turun 5,1 Ha  dibanding Tahun 2020 yang mencapai 28,65 Ha. Kondisi ini berdampak turunnya produksi dari 27,64 ku/ha menjadi 14,49 hektar.” terangnya (13/3/2022).

Di Kalteng, kata Riza, Tahun 2020 ada 7 kabupaten dan kota yang menanam bawang yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas, Barito Utara, Sukamara, Lamandau, Katingan, Murung Raya, dan Kota Palangka Raya.

Sementara di tahun 2021 hanya di 5 Kabupaten yaitu Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas, Sukamara dan Pulang Pisau.

Kondisi ini dikarenakan penyediaan benih berupa umbi masih tergantung benih dari jawa. Selain luas tanam dan panen yang turun juga dikarenakan cuaca ekstrem yang menyebabkan rendahnya produksi bawang merah.

“Selain itu petani petani masih belum familiar dengan budidaya bawang merah,”ujarnya. (OR2)