Oknum Guru SDN di Kotim Diduga Pukul Murid Hingga Muntah-muntah

Ilustrasi (Ist)

kontenkalteng.com , Sampit – Seorang oknum guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berinisial MA, diduga melakukan penganiayaan terhadap muridnya yang masih duduk di kelas dua.  Korban mengalami lebam di pipi dan muntah-muntah setelah diduga dipukul oleh gurunya.

Baca juga: Legislator Ini Sayangkan Guru Jadi Bandar Narkoba !

B(45), orang tua korban, didampingi pengacara dari DPD LBH Intan Januarsyah, menceritakan kronologi kejadian. Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut dari istrinya. 

"Istri saya yang memberitahu bahwa anak kami mengalami lebam di pipi kanan, tidak bisa makan, dan muntah-muntah setelah dipukul gurunya," ujar Bapak korban, Sabtu, 22 Februari 2025.

Mendengar itu, dirinya langsung melapor ke Polres Kotim. Namun sebelumnya, ia sempat menghubung menghubungi oknum guru tersebut, namun bukannya mendapat penjelasan yang baik, ia justru mendapatkan respons kasar. 

Upaya mediasi yang dilakukan sebanyak tiga kali, dua kali di rumah ketua RT dan sekali di Polsek Baamang, juga gagal karena guru tersebut menolak meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

 "Guru tersebut tidak ada itikad baik, malah ingin melaporkan balik. Selama mediasi, etikanya kurang, banyak kalimat kasar yang dilontarkan kepada kami," tegasnya.

Korban diketahui dipukul dengan tangan kosong hingga mengalami lebam dan muntah-muntah selama empat hari.  Akibatnya, korban tidak bisa makan dan terpaksa absen dari sekolah selama kurang lebih tiga minggu.  Dua teman korban juga menjadi saksi kejadian tersebut. 

"Teman anak saya telah kami hubungi dan mereka mengakui telah menyaksikan kejadian pemukulan tersebut," kata orang tua korban.

 Untuk memperkuat laporan, korban telah menjalani visum dan City Scan di RSUD dr. Murjani Sampit.  Orang tua korban dan pengacaranya berharap hasil visum tersebut dapat membantu proses hukum yang sedang berjalan. 

"Kami telah melaporkan kejadian ini ke polisi dan berharap kasus ini segera ditindaklanjuti.  Kami juga berharap dinas terkait dapat memberikan pendampingan kepada korban," tuturnya. Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian setempat.(Devy/OR2)