Ilustrasi (pexels)
PALANGKARAYA - Dari data Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya, kalteng, hingga November 2022, jumlah warga palangkaraya yang pernah menderita Tuberkulosis (TBC) mencapai 502 orang.
Baca juga: Bulan K3 Nasional Tahun 2023 Fokus Pada Kesehatan Tenaga Kerja
Angka ini jauh lebih tinggi bia dibandingkan dengan tahun sebelumnay (2021) sebanyak 421 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo,Kamis (17/11/2022) menjelaskan, pasien yang pernah kena TBC, lebih didominasi oleh usia dewasa. Akan tetapi untuk penyakit TBC, jika semakin banyak yang ditemukan maka akan semakin baik. Pasalnya akan semakin banyak yang diobati.
Gejala TBC itu yakni manusia mengalami batuk yang berlangsung lama sekitar tiga minggu atau lebih. Batuk tersebut disertai dengan dahak atau batuk darah.
Selain tiy juga adanya nyeri di bagian dada saat bernapas atau batuk, berkeringat di malam hari, hilang nafsu makan, penurunan berat badan, demam dan menggigil, serta kelelahan.
“Pencegahan dengan vaksinasi BCG. Tutupi mulut saat bersin, batuk, dan tertawa. Jika dengan menggunakan tisu untuk menutup mulut, maka buang tisu segera setelah digunakan,” terang Andjar.
Anjar mengingatkan, bagi orang yang pernah terkena TBC jangan sampai membuang dahak atau meludah sembarangan. Pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik, atau sering membuka pintu dan jendela.
“Sebisa mungkin jangan tidur sekamar dengan orang lain sampai dokter menyatakan TBC yang diderita telah sampai pada tahap tidak menular,” tandasnya.(Dhan- OR1)