Kondisi rumah warga di Kelurahan Kameloh Baru dan sungai yang kering korontang akibat kemarau panjang (Ist)
kontenkalteng.com, Palangka Raya-Sudah hampir 4 bulan ini masyarakat di Kelurahan Kameloh Baru, Kota Palangka Raya, Kalteng tak mendapatkan air bersih bagi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
Baca juga: Kisah Mistis Saat Berkendara Malam Hari di Jalan Trans Kalimantan
Pasalnya selain Sungai Kahayan yang selama ini menjadi sumber air bagi kelurahan yang hanya berjarak 1 jam perjalanan darat dari Palangka Raya itu kering akibat kemarau panjang.
Tak hanya itu, terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga membuat hidup mereka semakin terpuruk.
Mayoritas warga yang bekerja sebagai nelayan dan petani itu, bila sebelumnya selalu dilimpahkan air hingga menenggelamkan rumah warga, kini kondisinya tandus dan kering kerontang.
Kondisi tanpa adanya air bersih ini telah dirasakan oleh masyarakat setempat sejak Juni 2023 lalu.
"Tahun-tahun sebelumnya, di Kameloh Baru ini malah jadi langganan banjir. Kalau sudah banjir air itu masuk ke rumah warga," kata Lurah Kameloh Baru, Rulissantie, saat dikonfirmasi, Rabu, 4 Oktober 2023.
Bahkan, harapan warga setempat akan ketersediaan air bersih pun harus pupus, usai sumur bor yang diberikan oleh pemerintah, tak dapat berfungsi optimal.
Sumur bor yang ada di Kelurahan Kameloh Baru, khususnya di wilayah pedesaan ujung, hanya mengeluarkan air dengan warna yang tak jauh dengan air di sungai.
"Kalau di Kameloh Baru yang ujung itu ada sumur bor. Tapi air yang keluar itu keruh dan itu juga kadang-kadang macet airnya. Mungkin karena pipa sumur bor kurang dalam, jadi air masih keruh," ucapnya.
Namun, kepercayaan warga setempat kepada pemerintah tak pernah putus untuk mengharapkan adanya belas kasih, meski warga setempat tak tahu kapan harapan tersebut dikabulkan oleh pemerintah.
"Semoga ke depan ada sumur bor yang benar-benar memadai dan penambahan sumur bor. Jadi warga tak lagi kesusahan air bersih," pungkasnya.(RJG-OR1)