Buaya Muncul di Sungai Mentaya, Warga Desa Pelangsian Diminta Hentikan Sementara Aktivitas ke Sungai

Seekor Buaya Saat Terekam Kamera muncul di Sungai Mentaya Desa Pelangsian

Kontenkalteng.com , Sampit – Suasana sore di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendadak berubah tegang setelah seekor buaya terlihat muncul di permukaan Sungai Mentaya. Kemunculan satwa liar tersebut sempat direkam warga dan videonya cepat beredar di media sosial.

Baca juga: Serangan Buaya di DAS Mentaya Masih Menghantui, Polisi Temukan Anak-Anak Bermain di Sungai

Dalam video berdurasi singkat yang tersebar pada Minggu (22/2/2026), buaya tampak mengapung di permukaan air, diduga tengah memangsa sesuatu sebelum akhirnya kembali menyelam. Perekam video terdengar menyebut buaya tersebut sedang memakan ayam.

“Nah tenggelam, sudah selesai buayanya makan ayam,” ujar seorang perempuan dalam rekaman tersebut.

Peristiwa ini membuat warga sekitar khawatir. Pasalnya, Sungai Mentaya masih menjadi tumpuan aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari mandi, mencuci, hingga mencari ikan dengan cara memancing. Kemunculan predator di sekitar area permukiman dinilai berpotensi membahayakan keselamatan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, Muriansyah, mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan sementara waktu mengurangi aktivitas di sungai, khususnya di titik kemunculan buaya.

“Kami minta warga berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama di sekitar lokasi kemunculan buaya,” ujarnya.

Menurut Muriansyah, buaya yang mendekati kawasan permukiman umumnya terdorong oleh faktor ketersediaan makanan. Ia menyebut kebiasaan membuang bangkai hewan maupun limbah rumah tangga ke sungai dapat menjadi pemicu.

“Kalau ada bangkai atau limbah dibuang ke sungai, itu bisa menjadi sumber makanan bagi buaya. Lama-kelamaan buaya akan terbiasa berada di sekitar permukiman. Begitu juga jika ada ternak dipelihara di bantaran sungai, itu bisa mengundang buaya datang,” jelasnya.

BKSDA juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat berwenang apabila kembali melihat tanda-tanda keberadaan buaya. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

Penulis  : Deviana

Editor    :  Baskoro