Banjir Kerek Harga Cabai di Palangka Raya Hingga Rp120.000 Per Kilogram

Pedagang Cabai di Kota Palangka Raya (dok.kontenkalteng.com)

Banjir yang terjadi di Palangka Raya dan sejumlah kabupaten di Kalteng akibatkan harga cabai merah di Palangka Raya melonjak Rp.120.000 per kilogram. Padahal saat ini menjelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) dan biasanya masyarakat membutuhkan banyak tanaman yang memiliki rasa rasa pedas itu.

Baca juga: Usai Nataru, Harga Daging Sapi di Palangka Raya Turun Rp. 140.000 Per Kilogram

Dari pantaun di Pasar Kahayan, Jalan Tijik Riwut Palangka Raya oleh petugas Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Palangka, Kamis (16/12/2021) seperti dilansir laman resmi Pemko Palangka Raya, harga cabai rawit sudah tembus p120.000 per kilogram.

Padahal sehari sebelumnya menurut Kabid Perdagangan, Hadriansyah harga cabai masih Rp 110.000 per kilogram, saat ini ada kenaikan 9 persen dari sebelumnya .

Mahalnya harga cabai ini diperkirakan akibat petani di Palangka Raya banyak yang gagal panen karena lahan pertanian banyak yang terendam banjir yang melanda sejumlah wilayah di Palangka Raya beberapa waktu lalu.

Hadriansyah menuturkan selama ini kebutuhan cabai untuk masyarakat Palangka Raya disuplai dari Kapuas dan Kalsel, sehingga kestabilan harga cabai sulit dikendalikan jika di daerah terjadi gagal panen.

Sementara itu untuk harga kebutuhan pokok lainnya terpantau masih stabil, termasuk harga daging ayam dan sayur mayur lainnya.

Sementara itu bapak Adi, seorang penjual sayur di Jalan Tjilik  Riwut Km 10 menuturkan saat ini dia menjual cabai dengan harga Rp100 ribu sekilo. Meski mahal, kualitas cabai kurang segar, karena merupakan stok dari beberapa hari.