warga nampak melintasi daerah banjir di Palangkaraya (foto: MMC palangkaraya)
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangkaraya, Kalteng, hingga saat ini sudah ada 17 kelurahan di Palangkaraya yang kebanjiran dan 486 rumah terendam dengan ketinggian 30-60 cm.
Baca juga: Sepekan Banjir, 10 Ribu Lebih Rumah Warga di Palangka Raya Terendam
“Dari hasil pendataan sementara, ada sebanyak 17 kelurahan yang kebanjiran. Kemudian ada 658 Kepala Keluarga (KK) atau 1.559 jiwa warga yang terdampak,” kata Kepala BPBD Palangkaraya Emi Abriyani, Jumat (18/11/2022).
Saat ini kata dia, pihaknya telah mendirikan posko pengungsian sebagai tindak lanjut penanggulangan musibah banjir tersebut.
“Untuk saat ini kami telah mendirikan posko yang dibangun di sebuah lahan kosong di Jalan Arut,” kata Emi.
Untuk diketahui, sebelumnya (Rabu,16/11/2022) Pemerintah Kota (Pemko) Palangkaraya telah menetapkan status Tanggap Darurat Banjir yang berlaku 14 hari kedepan.
Penetapan status ini dilakukan setelah bebarapa wilayah di kota ini mulai terendam banjir akibat luapan sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Sungai Kahayan dan Rungan.
Sementara itu banjir yang terjadi di jalan Anoi, Kelurahan Palangkaraya, Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya, Kalteng, sejak 5 hari lalu kian parah.
Saat ini ketinggian air mencapai 50 cm. Kondisi ini mengakibatkan sebanyak 22 warga harus pindah ke tenda pengungsian.
Kondisi ini mengharuskan 22 warga mengungsi ke tenda pengungsian yang didirikan pemerintah. Mereka itu terdiri 5 pria dewasa, 6 perempuan dewasa, 1 lansia pria, 2 lansia wanita, 4 anak laki-laki serta 2 anak perempuan.(Dhan - OR1)