Warga Desa Damparan Keluhkan Tidak Adanya Jaringan Listrik

Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Achmad Rasyid,

Palangka Raya - Jaringan listrik PLN yang hingga sampai saat ini pembangunannya masih tidak merata sangat dikeluhkan masyarakat. Seperti yang terjadi di Desa Damparan, Kecamatan Dusun Hilir di Kabupaten Barito Selatan (Barsel).

Dimana, listrik di wilayah tersebut belum menyala 24 jam dan listrik yang tersedia saat ini pun bukanlah dari jaringan PLN, tetapi secara mandiri dengan mengandalkan genset yang memiliki waktu menyala terbatas.

"Tidak adanya jaringan listrik dari PLN, masyarakat pun mengharapkan adanya listrik PLN yang bisa menyala 24 jam untuk mendukung aktivitas di desa itu," kata Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Achmad Rasyid, Jumat (27/1/2023).

Politisi Gerindra Kalteng ini mengungkapkan, harapan masyarakat ini disampaikan kepada pihaknya ketika melaksanan reses beberapa waktu lalu. 

"Banyak usaha masyarakat yang bergantung dengan listrik dan listrik dapat dipenuhi hanya mengandalkan mesin genset, dari segi bahan bakar juga tergolong mahal, hingga menyulitkan masyarakat. Jadi, besar harapan mereka pemerintah dapat merealisasi aspirasi itu," ujarnya.

Lebih lanjut, menurutnya tidak hanya di Desa Damparan yang belum menikmati jaringan listrik PLN, tapi daerah pedesaan lainnya di Kalteng juga. Maka dari itu, Rasyid pun mendorong pemerintah agar dapat segera melakukan percepatan dan memenuhi pembangunan jaringan listrik di Bumi Tambun Bungai.

"Pemerintah kita minta jangan hanya memperhatikan jaringan listrik di wilayah pulau Jawa saja, tapi juga Kalteng. Karena disini masih banyak pedesaan yang belum menikmati jaringan listrik. Harapan kami ini bisa menjadi perhatian baik pemerintah pusat maupun daerah," demikian Achmad Rasyid.
(ML/OR1)
Baca juga: Bupati Kotim Ingin Bangun Jaringan PLN dari APBD