Korban Banjir di Kalteng Mulai Terserang Penyakit Gatal

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran saat meninjau warga terdampak banjir di Kabupaten Kotawaringin Barat

Warga korban banjir disejumlah kabupaten di Kalteng seperti Kotawaringin Barat, Sukamara dan Lamandau mengeluh mulai terserang berbagi penyakit seperti gatal-gatal dan diare.

Baca juga: Korban Banjir di Palangka Raya Terserang Gatal dan Diare

Untuk mengatasi kondisi ini Gubernur Kalteng Sugianto Sabran sudah mengintruksikan kepala daerah dan  Dinas Kesehatan Kalteng untuk segera mengatasi permasalahan ini.

“Saya sudah perintahkan bupati dan walikota untuk segera menanganinya. Kemudian Dinas Kesehatan Kalteng agar segera memberikan pengobatan kepada warga yang terdampak banjir.”ujar Sugianto Sabran  usai usai Rapat Penanganan Darurat Bencana Banjir di Palangkaraya, Selasa (1/11/2022).

Menurut dia,  hasil peninjauan  kesejumlah daerah yang dilanda banjir banyak ditemukan warga yang terjangkit gatal-gatal selain penyakit lainnya.

Diakuinya saat ini memang sudah ada sebagian kabupaten yang mulai surut banjirnya, namun saat pasca itulah banyak penyakit yang diderita warga,katanya.

“Pemprov juga akan meminta perusahaan yang berinvestasi di Kalteng untuk mau membantu warga yang terdampak banjir.”tutur dia.

Seperti diketahui  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mulai 17 oktober 2022 menetapkan status tanggap darurat bencana banjir hingga 21 hari kedepan.

“Banjir bulan Oktober 2022 ini setidaknya memberikan dampak pada 10 kabupaten/kota, 55 kecamatan, 363 desa/kelurahan, 48.899 Kepala Keluarga, 155.640 Jiwa, dan Pengungsi 2.803 KK, 8.547 Jiwa," ucapnya.

Gubernur menjelaskan bahwa saat ini ada tiga kabupaten dan 1 kota yang sudah dilaporkan surut, yaitu Barito Utara, Barito Selatan, Palangka Raya, dan Lamandau.(Sur - OR1)