Bupati Kotim Halikinnor,
kontenkalteng.com , SAMPIT - Angka kemiskinan sampai laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi PR bagi pemerintah daerah setempat. Ini pun akan menjadi program prioritas pada APBD tahu selanjutnya.
Baca juga: Komisi III Sebut Ini Penyebab Kesenjangan Sosial Masih Terjadi Di Kotim
"Sangat disadari bahwa apa yang telah dilaksanakan selama ini masih ada kekurangannya, baik dalam pelaksanaan pembangunan maupun dalam pengelolaan keuangan, " kata Bupati Kotim Halikinnor, Jumat 21 Juni 2024.
Itu ia sampaikan saat penandatanganan persetujuan bersama terhadap Raperda pelaksanaan APBD tahun anggaran 2023 di DPRD Kotim.
Lanjutnya, PR yang harus ditangani Pemkab Kotim mulai dari kemiskinan, pengangguran terbuka, pemerataan pendapatan, peningkatan indek pembangunan manusia (IPM), dan laju pertumbuhan ekonomi.
Kemiskinan menjadi salah satu PR yang harus ditangani karena tingkat kemiskinan di wilayah tersebut terbilang cukup tinggi meski mengalami penurunan. Berdasarkan data tahun 2022, angka kemiskinan di Kotim sebesar 5,95 persen, turun menjadi 5,69 persen pada tahun 2023 atau turun 0,26 persen dengan jumlah penduduk miskin 26.570 orang.
"Begitu juga dengan tingkat penggguran terbuka, pemerataan pendapatan, peningkatan indek pembangunan manusia (IPM), dan laju pertumbuhan ekonomi ini tetap menjadi perhatian kami, " ujarnya.
Sehingga ke depan program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam APBD berikutnya, diarahkan dan diprioritaskan untuk bisa mengatasi atau mengurangi permasalahan tersebut.
" Dengan kerja keras dan semangat kita ke depan berupaya untuk selalu meningkatkan kinerja ke arah yang lebih baik lagi untuk pertumbuhan dan pemerataan hasil - hasil pembangunan. Sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Kotim, " tutupnya.(Yanti/OR1)