Nih! 4 Lokasi Penukaran Uang untuk THR Lebaran 2023 di Palangka Raya

Ilustrasi mobil kas kelililing BI kalteng (foto: dok. BI Kalteng)

Guna pemenuhan kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri 2023, Mulai 27 Maret hingga 20 April 2023, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalteng menyiapkan 47 titik layanan penukaran uang di bank yang tersebar diseluruh Provinsi Kalteng.

Baca juga: Pengusaha! Jangan Lupa Bayar THR Sepekan Sebelum Lebaran

Di Palangka Raya, layanan penukaran uang kas keliling akan ditempatkan disejumlah 4 itik seperti Pasar Wadai Ramadan, Pasar Kahayan, Kantor Pos Jalan Imam Bonjol, dan juga di Mega Town Square.

“Secara rinci penyiapan tersebut untuk melayanai penarikan  dan penukaran uang rupiah dikantor perbankan serta layanan kas keliling di Bank Indonesia,”kata Kepala Perwakilan BI Kalteng Taufik Saleh.

Selain itu untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat Kalteng selama Ramadan dan Lebaran 2023, BI Kalteng juga telah  menyiapkan uang tunai  sebesar Rp2,64 Triliun.

“Angka ini lebih tinggi 7,08 persen dibandingkan realisasi kebutuhan uang tunai Tahun 2022 lalu yakni Rp2,46 Triliun,”terangnya, Jumat (24/3/2023)

 Menurut Taufik, antisipasi kenaikan ini mempertimbangkan pencabutan status Pelonggaran Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

“Kita juga mempertimbangkan  pertumbuhan ekonomi Kalteng yang semakin membaik, serta peningkatan mobilisasi masyarakat,”katanya. 

Dibagian lain dijelaskannya, dari sisi permintaan, kebutuhan uang tunai tertinggi  untuk Ramadan dan lebabaran 2023  terjadi di Palangka Raya  (Rp 1,11 Triliun) Kotawaringin Timur (Rp 500 Miliar) Kotawaringin Barat (Rp 214,62 Miliar). 

Riani (33) warga Jalan Karet,Palangka Raya mengaku senang dengan akan kembali beroperasinya kas kelililing penukaran uang dari BI Kalteng. 

Sebab dengan adanya mobil penukaran uang ini maka dia tak kerepotan untuk mencari uang baru untuk persiapan dibagikan saat lebaran kelak. 

“Sebab biasanya sebelum pulang ke kampung untuk lebaran, kami selalu menukarkan uang untuk dibagikan kepada saudara dan keponakan dikampung,”ujar wanita asal Buntok, kabupaten Barito Selatan itu.(Dhan/OR2)