Dr. Harin Tiawon, SE. MP, (dok. Pribadi)
kontenkalteng.com,Palangka Raya-Pasca Covid-19 saat ini kebutuhan akan minyak dari industri kelapa sawit semakin meningkat. Hal ini dikarenakan aktivitas perkonomian global yang mulai menggeliat dan kembali kearah normal.
Baca juga: 'Kelapa Sawit Yang Pembawa Berkah’
Bagi Kalteng, adanya peningkatan itu sebaiknya disikapi dengan semakin membantu perkebunan kelapa sawit milik masyarakat dan juga pasma sawit.
Penegasan itu dikatakan satu dosen Universitas Palangka Raya (UPR) Dr. Harin Tiawon, SE., MP.
Dijelaskannya, 40 persen minyak kelapa sawit dunia itu diproduksi di Indonesia yang memiliki perkebunanan kelapa sawit dengan luas 16,8 juta hektar (Ha). Kemudian jumlah produksi minyak sawitnya mencapai 45,5 juta metrik ton.
Disisi lain, pasca Covid 19, kebutuhan akan minyak sawit makin meningkat mengingat aktifitas dunia mulai berjalan normal.
“Kalaupun ada beberapa hambatan terutama terkait regulasi masing - masing Negara pengimpor yang berhubungan dengan Isu lingkungan, sosial dan ekonomi,”jelasnya, Jumat (28/4/2023).
Dipaparkannya, salah satu yang membuat unggul sawit adalah produktifitas tinggi dibanding minyak Nabati yang ĺain, (minyak Kedelai, Rapeseed, Bunga Matahari).
Produktifitas minyak sawit 4, 0 - 4, 5 ton/Ha/tahun, Minyak kedelai 0, 5 ton/Ha/tahun, Minyak Rapeseed 0, 7 - 1, 0 ton/Ha/tahun, Minyak Bunga matahari 0, 8 - 1, 0 ton/Ha/tahun.
“Tak hanya itu, bahkan pemerintah juga telah mengeluarkan peraturan dalam upaya pengembangan di sektor usaha ini,” jelas istri dari Dr. Ir. Rawing Rambang,MP, mantan Kepala Dinas Perkebunan Kalteng itu.
Contohnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 6 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan, yang merupakan peta jalan bagi Pemangku Kepentingan pembangunan, sosial, ekonomi dan lingkungan.
Kemudian Peraturan Presiden Nomer 44 tahun 2020 tentang ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil).
"Tentu dengan melihat perjalanannya, sektor usaha diperkebunan Kelapa Sawit milik petani kalteng dapat diandalkan sebagai penyangga ekonomi daerah, " ungkap Harin Tiawon.
Dengan melihat perkembangan tersebut dia berharap kepala sawit bisa menjadi bermanfaat bagi masyarakat khususnya Kalimantan Tengah.
“Masyarakat Kalteng masih banyak yang selama ini bergantung ekonominya di sektor usaha kerakyatan perkebunan kelapa sawit dan kelompok tani,”pungkas Harin. (Dhan-OR1)