Kondisi jalan Sampit - Samuda yang dikeluhkan warga. (foto Ist)
Kontenkalteng.com, SAMPIT – Keluhan terhadap kondisi ruas Jalan Sampit–Samuda kembali mencuat setelah sebuah video warga beredar luas di media sosial, Rabu (4/3/2026). Dalam rekaman tersebut, seorang pengendara memperlihatkan kerusakan jalan sembari menyuarakan kekhawatirannya terhadap potensi kecelakaan.
Baca juga: DPRD Kotim Jadwalkan Sidak Jalan Umum Yang Digunakan Perusahaan Sawit Angkut Hasil Kebun
Ia menilai kondisi aspal yang berlubang dan bergelombang semakin membahayakan, terlebih jalur tersebut dilalui kendaraan bertonase besar setiap hari. Dalam videonya, ia mempertanyakan lambannya penanganan jalan yang hingga kini belum diperbaiki secara menyeluruh.
“Harus tunggu berapa korban dulu baru diperbaiki? Sampai kapan jalan ini begini terus?” ujarnya dalam video yang diunggah.
Menurutnya, rekaman itu diambil saat hari libur nasional ketika arus kendaraan tidak terlalu padat. Namun pada hari kerja, situasinya jauh berbeda. Jalan tersebut kerap dipadati truk pengangkut crude palm oil (CPO) dan sawit yang melintas silih berganti.
“Ini saya ambil pas tanggal merah, jadi agak sepi. Kalau hari biasa, truk-truk besar lewat terus. Kadang lagi ramai saja masih saling mendahului,” katanya.
Ia mengaku sebagai pengendara sepeda motor merasa waswas setiap kali melintas, terutama saat kendaraan besar melaju beriringan. Kondisi jalan yang rusak membuat ruang gerak semakin sempit dan berisiko.
“Kami yang pakai motor ini yang paling terasa. Jujur saja sering takut kalau lewat, apalagi kalau truk lewat berderet,” tuturnya.
Meski merasa khawatir, ia tetap harus melalui jalur tersebut karena menjadi akses utama menuju kediaman orang tuanya. Jalan Sampit–Samuda sendiri merupakan penghubung penting antarwilayah, termasuk akses menuju Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan.
Melalui unggahannya, ia berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan agar pengguna jalan dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman tanpa dibayangi risiko kecelakaan.
Penulis : Deviana
Editor : Heriyanto