Ilustrasi Sampah (Pixabay)
Palangka Raya – Pemko Palangka Raya memiliki target di tahun 2025 pengurangan sampahnya sebanyak 30 Persen, sebab pada tahun tahun 2022 ini sudah di posisi 26 persen.
Baca juga: Pembangunan Pusat Daur Ulang Diyakini Dapat Kurangi Volume Sampah
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Ahmad Zaini, Jumat (3/3).
Menurut Zaini, Pemko Palangka Raya tidak hanya sekedar bersih tetapi bagaimana sampah-sampah itu bisa terkurangi.
Dan Piala Adipura yang diraih Kota Palangka Raya tahun ini merupakan buah kerja keras semua pihak, baik Pemko Palangka Raya maupun masyarakat Kota Palangka Raya. Sebelumnya diketahui selama dua tahun pandemi Covid-19 tidak ada penilaian Adipura, dan pada tahun 2022 diadakan kembali.
“Dua tahun masa pendemi itu kita pergunakan benar-benar untuk membenahi kapasitas pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya mulai dari hulu sampai hilir dan kita juga melakukan pembenahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” ucap Zaini.
Penghargaan Adipura ini adalah salah satu instrumen pengawasan kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota oleh Pemerintah Pusat dalam hal pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau untuk mewujudkan kualitas hidup yang bersih, teduh dan berkelanjutan.
Pemko Palangka Raya telah melakukan berbagai upaya dalam pengelolaan sampah ini. Di antaranya gencar menggerakkan operasional Bank Sampah yang sudah dibentuk di berbagai tempat. Kemudian Pemko memiliki Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) yang dapat memproses pemilihan dan pendaur ulangan sampah.
Upaya berikutnya dengan mengoptimalkan fungsi dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) seperti pembuatan kompos, pengembangan magot untuk bahan organik kemudian dijadikan pelet untuk sumber bahan energi dan beberapa kegiatan pendaur ulangan dari anorganik.(Sur-OR1)