Petugas kepolisian dan warga ketika melakukan evakuasi terhadap perempuan diduga ODGJ, Minggu (5/10/2025).
kontenkalteng.com,Palangka Raya - Warga melaporkan keberadaan seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa, pada Minggu (5/10/2025) kemarin.
Baca juga: Petugas Evakuasi 3 ODGJ ke RSJ Kalawa Atei Palangka Raya
Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Manduhara, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau.
Kehadiran perempuan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran bagi warga sekitar karena tingkah lakunya yang tak biasa dan dianggap meresahkan.
Menyadari situasi yang berpotensi mengganggu ketenteraman lingkungan, Ketua RT 03/RW 01 segera melapor ke Polsek Sabangau.
Respon cepat pun dilakukan oleh personel SPKT III Polsek Sabangau yang langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan.
Tak sekadar hadir, petugas segera berkoordinasi dengan berbagai pihak agar perempuan tersebut bisa mendapatkan penanganan medis yang layak dan aman.
Kapolsek Sabangau, Iptu Ahmad Taufiq menjelaskan, bahwa tindakan cepat personel bukan hanya soal menjaga ketertiban, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan pertolongan.
“Kami tidak ingin ada warga yang terabaikan, apalagi jika kondisinya mengarah pada gangguan kesehatan mental. Personel langsung berkoordinasi dengan Call Center 112 dan Dinas terkait agar penanganan dilakukan secara profesional dan manusiawi,” jelas Iptu Taufiq, Senin (6/10/2025).
Tak berselang lama, tim dari Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya yang dipimpin Cipto bersama petugas ambulans tiba di lokasi.
Dalam proses evakuasi yang berlangsung tertib, perempuan tersebut berhasil dibawa ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.
Langkah cepat dan terpadu tersebut mendapat apresiasi dari warga. Mereka merasa terbantu oleh kehadiran aparat yang tanggap terhadap masalah sosial di lingkungannya, sekaligus melihat bagaimana penanganan dilakukan dengan penuh empati.
“Kedatangan kesini tentunya untuk memberikan penanganan cepar dan tepat untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekitar,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan hanya sebagai penegak hukum, melainkan sebagai pengayom masyarakat yang siap menjadi solusi atas persoalan sosial yang muncul di tengah kehidupan warga.
“Masalah seperti ini perlu pendekatan hati dan koordinasi. Kami akan terus hadir dan bekerja sama dengan warga serta instansi lain demi menjaga keamanan dan kemanusiaan di lingkungan,” pungkasnya. (OR1)