Halikinnor saat bersilaturahmi dengan warga Jaya Karet
kontenkalteng.com,Sampit - Calon Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor mendukung penuh keinginan masyarakat untuk membangun sebuah masjid megah di wilayah selatan. Masjid ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ikon baru bagi daerah yang dikenal religius tersebut.
Baca juga: Bupati Kotim Resmikan Masjid Nurul Huda
"Bagus usulan ini. Ajukan proposalnya. Nanti pemerintah daerah tentu akan ikut membantu pembangunannya. Minta konsultan yang mendesainnya supaya bagus," ujar Halikinnor saat bersilaturahmi dengan warga Desa Jaya Karet, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Senin (21/10/2024).
Dukungan Halikinnor ini merupakan respons terhadap aspirasi warga setempat yang menginginkan sebuah masjid megah sebagai simbol kebanggaan wilayah selatan, khususnya Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Wilayah selatan Kotim, yang meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, dan Pulau Hanaut, memang dikenal sebagai daerah agamis. Di wilayah ini terdapat banyak pondok pesantren dan telah melahirkan tokoh-tokoh agama Islam.
Warga Desa Jaya Karet mengusulkan pembangunan masjid di desa mereka karena desa ini menjadi pintu gerbang masuk ke Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Warga telah menyiapkan lahan dan bahkan telah memulai pembangunan fondasi masjid tersebut.
Halikinnor mendukung keinginan warga membangun masjid yang tidak hanya indah, tetapi juga bisa menjadi tujuan untuk singgah dan objek wisata religi. Ia menilai usulan ini sangat positif karena akan membawa nilai-nilai baik bagi masyarakat.
"Wilayah selatan ini kan ibaratnya 'Serambi Mekah' di Kotawaringin Timur ini. Kita harus mendukung usulan ini karena ini untuk keagamaan dan positif," tegas Halikinnor.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi semua pihak dalam membiayai pembangunan masjid, termasuk pemerintah daerah melalui APBD, masyarakat, dan swasta. Mengingat dana yang dibutuhkan diperkirakan cukup besar, keterlibatan dunia usaha sangat diharapkan.
"Pemerintah bisa membangun fisik, tapi membangun mental dan spiritual itu peran tokoh agama dan masyarakat. Pecandu narkoba saja, kalau dipenjara atau rehabilitasi, bisa balik lagi kalau jiwanya tidak sembuh betul," jelas Halikinnor.
Halikinnor menambahkan bahwa berbagai program bidang agama Islam yang telah dijalankan akan ditingkatkan, di antaranya bantuan insentif untuk guru ngaji, fadhu kifayah, rumah ibadah, dan lainnya. (DV-OR1)