Ilustrasi Tari Mandau (perpustakaan.id)
Provinsi Kalteng yang luasnya 1,5 kali pulau Jawa itu mayoritas penduduknya adalah suku Dayak. Mereka memiliki berbagai jenis budayanya yang menarik dan masih terus dijaga dan dirawat hingga sekarang , termasuk keberadaan tari-tariannya.
Baca juga: Bupati Harapkan Tari Tradisional di Kotim Bisa Berkembang
Ditanah Borneo yang selain kaya akan sumber daya alam itu, juga terdapat ratusan jenis tarian yang hingga sekarang terus dikembangkan. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut 5 tarian yang wajid diketahui:
1. Tari Giring-Giring
Tarian ini berasal dari Suku Dayak Maanyan yang dikenal dengan istilah gangerang yaitu sebuah bambu yang berisi biji piding. Tarian ini adalah sebagai bentuk ekspresi kegembiraan dan juga rasa senang.
Simbol dari tarian ini yaitu gerakan hentakkan satu tongkat Gantar yang dipegang tangan kiri ke lantai dan tangan kanan memegang bambu yang berisi kerikil, sehingga menghasilkan bunyi yang khas.
2. Tari Manasai
Ilustrasi Tari Manasai (dok. MMC Kalteng)
Tari Manasai atau tarian selamat datang dilakukan untuk menyambut tamu yang datang ke Kalimantan Tengah. Umumnya tarian ini dilakukan oleh penari pria dan wanita yang berbaris selang seling membentuk satu lingkaran.
3. Tari Balean Dadas
Tarian Balean Dadas merupakan tarian yang dilakukan untuk meminta kesembuhan kepada Ranying Hantala Langit atau Tuhan bagi yang sedang mengalami sakit. Umumnya tarian ini mengikutsertakan dukun perempuan atau dikenal Balean Dadas.
Namun tarian ini lebih sering dilakukan pada saat acara penyambutan atau peresmian, sebab di era modern seperti saat ini proses penyembuhan bisa dilakukan dengan cara yang ilmiah.
4. Tari Kayau
Tarian Kayau atau mengayau memiliki arti memotong kepala musuh. Tarian ini dilakukan oleh Suku Dayak Iban sebagai bentuk keberanian, kejantanan, dan kekuasaan untuk melindungi suku tersebut dari ancaman musuh.
Alat yang digunakan untuk mengayau yaitu mandau. Tarian ini dilakukan pertama kali oleh Urang Lindau Lendau Dibiau Takang Isang atau seseorang yang gagah berani di zamannya.
Bagi yang berhasil mendapatkan kepala musuh, maka diberikan gelar bujang berani. Saat ini tarian kanyau merupakan bagian dari upacara menganyau yang mempersembahkan kepala orang yang nantinya diganti dengan kepala babi.
5. Tari Mandau
Mandau merupakan senjata tradisional suku Dayak yang berbentuk parang atau pedang. Gerakan tarian ini mengandung atraksi dan juga seni tari yang indah dalam memainkan senjata mandau dan tameng. Dalam tarian ini terkadang mempertontonkan atraksi berbahaya seperti mengayun dan menggigit mandau, hal itu dilakukan oleh penari yang sudah melalui ritual khusus sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.